Entah syaitan mana yang telah merasuki RS (52) seorang wanita asal Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang begitu tega menyiksa dua keponakannya yang masih berumur 6 dan 7 tahun.
Dua bocah malang berinisial AGP (7) dan AP (6) diduga mendapat penyiksaan yang dilakukan oleh bibinya sendiri, yang seharusnya melindungi mereka.
Mengutip Kompas.com, bocah AGP sebelumnya ditemukan masyarakat dalam kondisi memprihatinkan.
Wajah hingga kakinya penuh luka dan penemuan itu pun viral di media sosial.
Petugas Unit PPA Satuan Reskrim Polres Dairi yang menerima laporan itu langsung menyelamatkan bocah AGP bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi.
Namun, upaya penyelamatan itu sempat terkendala, setelah RS melarang petugas untuk membawanya.
Setelah memperkenalkan diri, RS kemudian memberikan izin agar AGP dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat pertolongan medis.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, saat ini kondisi AGP sedang dalam penanganan tim medis di RSUD, sembari dipantau selama proses penyembuhannya.
"Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil, " ujarnya Sabtu (22/8/2026).
Dari keterangan AGP, RS adalah Mak Tua atau bibinya. RS diduga kerap melakukan kekerasan fisik yang membuat AGP takut.
"RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, AGP mengalami luka pada bagian bibir, lebam di tangan kiri dan kanan, serta didapati luka yang telah bernanah.
Selain itu, pada kaki kananya juga didapati luka yang sudah bernanah.
Dari keterangan AGP pula, diketahui bahwa adiknya yang berinisial AP (6) juga mengalami luka-luka yang disebabkan oleh RS. Sehingga, terdapat 2 korban dalam kasus tersebut.
Saat ini RS sudah dibawa ke Satuan Reskrim Polres Dairi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu dua bocah tersebut sudah mendapat perawatan medis di RSUD Sidikalang.
"Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut, sedang didalami oleh Unit PPA. Kita tunggu saja dulu ya," tutupnya.(*)