Rahasia Timnas Vietnam Tak Pernah Kehabisan Pesepakbola Berkualitas, Mengintip Dapur Akademi PVF
Mochamad Hary Prasetya August 23, 2026 01:33 AM

PVF
Salah satu akademi terbaik Vietnam, PVF

 

BOLASPORT.COM - Ada alasan mengapa Vietnam seperti tidak pernah kehabisan pemain muda berbakat.

Di balik regenerasi yang terus berjalan, terdapat sistem pembinaan yang dibangun secara serius sejak usia dini.

Salah satunya datang dari akademi sepak bola PVF.

PVF menjadi salah satu representasi keseriusan Vietnam dalam membangun sepak bola dari akar rumput.

Akademi yang berdiri sejak 2008 di Hung Yen, sekitar 30 kilometer dari Hanoi, itu secara konsisten menjadi tempat tumbuhnya pemain-pemain muda yang kemudian mendapatkan kesempatan memperkuat timnas Vietnam.

Kini, wajah PVF hadir di Indonesia.

Tim U-12 PVF menjadi salah satu peserta Garuda International Cup 2026 (GIC).

Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengejar trofi.

Lebih dari itu, turnamen di Indonesia menjadi ruang bagi para pemain muda Vietnam untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional, bertemu lawan dari negara lain, sekaligus memperluas pengalaman mereka.

Tim Analis PVF Vietnam, Nguyen Hoang Son, menegaskan hasil akhir bukan menjadi ukuran utama bagi akademi dalam mengikuti turnamen usia muda.

"Untuk kelompok usia seperti ini, yang terpenting adalah anak-anak dapat bermain. Kami ingin mendapatkan persaingan yang sehat dengan tim-tim kuat," ujar Son.

Bagi PVF, setiap pertandingan adalah bagian dari proses panjang.

Anak-anak yang saat ini berusia 12 tahun belum dituntut menjadi pemain jadi.

Mereka masih memiliki perjalanan panjang sebelum mencapai level tertinggi.

Namun, setiap pengalaman bertanding diyakini menjadi investasi penting untuk perkembangan mereka.

Prinsip tersebut terasa ketika PVF menghadapi ASIOP Merah dalam salah satu pertandingan GIC 2026.

Son menyebut ASIOP sebagai salah satu tim kuat di Indonesia.

Pertandingan tersebut pun menjadi kesempatan bagi pemain-pemain PVF untuk merasakan kualitas lawan yang berbeda dari kompetisi di Vietnam.

"Itu pertandingan yang hebat. Ini menunjukkan kualitas dan level kompetisi."

"Bagi anak-anak kami, ini adalah kesempatan bagus untuk menghadapi tim kuat di kawasan dan mendapatkan lebih banyak pengalaman untuk karier mereka di masa depan," kata Son.

PVF bukan akademi yang hanya berorientasi pada pembentukan pemain untuk memenangkan turnamen usia muda.

Sejak berdiri pada 2008, akademi tersebut memang dirancang sebagai bagian dari proyek pengembangan pemain sepak bola Vietnam.

Saat ini PVF memiliki tujuh kelompok usia.

Proses perekrutan dimulai dari level U-11 hingga U-19 sebelum pemain memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan ke level semi-profesional.

Infrastruktur yang dimiliki pun mendukung proses tersebut.

PVF memiliki sejumlah lapangan latihan, terdiri dari lapangan sintetis dan alami, sebuah stadion, serta fasilitas indoor berbentuk dome.

Seluruh fasilitas tersebut berada dalam satu ekosistem pembinaan yang memungkinkan pemain menjalani proses latihan secara berkelanjutan.

Namun, bagi Son, fasilitas bukan satu-satunya pembeda.

Ada sesuatu yang lebih penting yaitu filosofi bermain.

"Yang membuat PVF spesial dibandingkan akademi lain di Vietnam adalah kami memiliki filosofi bermain sendiri," ujar Son.

Filosofi tersebut diterapkan secara konsisten di seluruh kelompok usia.

PVF ingin para pemainnya memahami permainan sejak dari usia muda.

Mereka didorong untuk membangun serangan dari belakang dan memainkan sepak bola modern.

"Kami memiliki sistem yang diterapkan sama untuk setiap kelompok usia."

"Kami mencoba bermain sepak bola dari belakang dan memainkan sepak bola yang sangat modern. Itulah yang sedang kami kejar sekarang," katanya.

Konsistensi inilah yang kemudian menjadi salah satu fondasi pembinaan PVF.

Pemain tidak sekadar diajarkan bagaimana memenangkan pertandingan.

Akan tetapi juga bagaimana memahami permainan dan berkembang sesuai prinsip yang telah ditanamkan sejak usia dini.

Bagi PVF, pencapaian terbesar bukan sekadar jumlah trofi yang berhasil dikumpulkan.

Ukuran keberhasilan justru terlihat ketika pemain-pemain yang dibina mendapatkan kesempatan memperkuat Vietnam.

Son mengatakan, setiap tahun selalu ada pemain PVF yang mendapatkan panggilan ke tim nasional.

"Setiap tahun kami memiliki pencapaian besar, yaitu pemain kami dipanggil ke tim nasional dan mengabdi kepada negara," ujarnya.

 

Keikutsertaan di GIC 2026 juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Vietnam memang memiliki kompetisi usia muda, tetapi Son mengakui tidak semua kelompok umur memiliki kompetisi nasional yang rutin.

Untuk kelompok usia tertentu, kesempatan bertanding menghadapi lawan dari negara lain menjadi sangat berharga.

Karena itu, undangan ke Indonesia disambut positif.

Garuda International Cup memberikan kesempatan bagi PVF untuk membawa pemain U-12 mereka keluar dari Vietnam dan berkompetisi dengan tim-tim dari kawasan Asia Tenggara.

Di saat yang sama, anak-anak tersebut juga mendapatkan pengalaman di luar lapangan.

Mereka bertemu dengan pemain dari negara lain, mengenal budaya baru, sekaligus memahami bahwa sepak bola memiliki bahasa yang sama meski dimainkan oleh anak-anak dengan latar belakang berbeda.

"Kami senang mendapat undangan ini. Kami bisa berkompetisi sekaligus bertukar pengalaman dan mengenal perbedaan budaya serta berbagai tempat di Asia Tenggara," kata Son.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.