Desa Wisata Sade Lombok NTB Kebakaran: Kronologi, Dugaan Penyebab dan Kondisi Terkini di Lokasi
jonisetiawan August 23, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Malam yang seharusnya tenang di Desa Wisata Adat Sade, Lombok Tengah, mendadak berubah mencekam.

Kobaran api membesar dan melahap kawasan rumah adat Suku Sasak di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 22.00 Wita.

Dalam waktu singkat, si jago merah membesar dan merambat di antara bangunan rumah adat.

Kondisi bangunan yang mayoritas menggunakan material tradisional seperti bambu, kayu, serta atap berbahan alang-alang atau jerami membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Laporan awal di lokasi bahkan menyebut sejumlah rumah adat hangus terbakar.

Warga pun berhamburan menyelamatkan diri dan berupaya mengamankan barang-barang berharga dari kepungan api.

Di tengah kepanikan, petugas pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca juga: Jadwal Festival Seni, Budaya dan Olahraga Bahari di NTB hingga Akhir Agustus 2026

Petugas Damkar Dikerahkan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas dan kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi.

"Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman," katanya.

Petugas kemudian berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Sementara itu, warga turut membantu proses penanganan dan evakuasi.

Upaya pemadaman dilakukan di tengah kondisi malam yang dipenuhi kepulan asap dan kobaran api yang terlihat dari sekitar kawasan.

Baca juga: Bukit Seger NTB Viral Buntut Dugaan Pungli & Sampah, Pemkab Lombok Tengah Bongkar Status Pengelolaan

Arus Lalu Lintas Sengkol-Mandalika Sempat Terganggu

Kebakaran yang terjadi di kawasan rumah adat Sade tidak hanya membuat warga sekitar panik.

Aktivitas lalu lintas di jalan raya Sengkol-Mandalika juga dilaporkan sempat terganggu.

Arus kendaraan di sekitar lokasi terdampak karena petugas masih melakukan proses pemadaman.

Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas dengan leluasa di tengah upaya petugas menjinakkan api.

"Semua rumah adat itu kebakaran semua. Saya belum bisa lewat, karena petugas masih melakukan pemadaman," kata warganet Alpokat yang melakukan siaran langsung di media sosialnya.

Kondisi di lapangan menggambarkan betapa cepatnya api menyebar di kawasan kampung adat tersebut.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Informasi mengenai penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.

Lalu Winakse mengaku belum mengetahui secara pasti sumber munculnya api.

Sementara itu, informasi yang beredar dari warga menyebut kebakaran diduga dipicu oleh korsleting kabel listrik.

"Informasi dari warga, penyebab kebakaran karena konsleting kabel listrik. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa, namun tidak ada korban jiwa," katanya.

Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.

Petugas terkait masih melakukan penanganan di lokasi.

Sade, Ikon Wisata Budaya Lombok

Kebakaran ini menjadi perhatian besar karena Sade bukan sekadar kawasan permukiman.

Desa Wisata Sade merupakan salah satu destinasi budaya yang dikenal luas sebagai kampung masyarakat Suku Sasak yang mempertahankan adat istiadat dan bangunan tradisional. Pemerintah juga mencatat Desa Wisata Rembitan yang mencakup kawasan Sade sebagai destinasi wisata dengan berbagai fasilitas dan atraksi budaya.

Kawasan ini bahkan telah lama menjadi salah satu destinasi unggulan Lombok Tengah.

Pemerintah daerah sebelumnya juga terus mendorong pengembangan dan tata kelola Desa Wisata Sade sebagai bagian dari sektor pariwisata Lombok Tengah.

Karena itu, kebakaran yang melanda kampung adat tersebut bukan hanya menjadi musibah bagi warga yang tinggal di dalamnya.

Peristiwa ini juga menjadi pukulan bagi salah satu kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi wajah budaya Sasak dan daya tarik wisata Lombok.

Malam Mencekam di Kampung Adat

Hingga proses pemadaman berlangsung, perhatian utama diarahkan untuk menjinakkan api, mencegah penyebaran lebih luas, serta memastikan keselamatan warga.

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah bangunan yang terbakar maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut.

Yang jelas, malam 22 Agustus 2026 menjadi malam penuh kepanikan bagi warga Sade.

Kampung yang biasanya menghadirkan suasana tradisional dan menjadi tujuan wisatawan itu berubah menjadi lautan api.

Bangunan-bangunan adat yang selama ini menjadi simbol kehidupan masyarakat Sasak harus berhadapan dengan kobaran api yang datang begitu cepat.

Di tengah kepulan asap dan bara yang masih menyala, warga dan petugas pemadam terus berupaya mengendalikan keadaan.

Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, satu hal menjadi perhatian utama: keselamatan warga dan upaya menyelamatkan kawasan adat Sade dari kerusakan yang lebih luas.

***

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.