Lima Jam Nyeberang dari Maumere, NU Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Palue
Cristin Adal August 23, 2026 04:02 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Setelah menempuh perjalanan laut sekitar lima jam dari Maumere, Tim NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka tiba di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi Flores.

Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, yang rumahnya rusak akibat gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Dari Maumere, tim berangkat menggunakan kapal warga dari Pelabuhan L. Say pada pukul 21.35 WITA. Mereka membawa sejumlah kebutuhan dasar, seperti beras, air mineral, gula pasir, minyak goreng, telur, tikar, terpal, dan selimut.

Ketua Koordinator Lapangan NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka, Hariyanto, mengatakan bantuan tersebut dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih terdampak bencana.

Baca juga: Ahmad Zaki Ali, Relawan Gempa Flores Asal Jakarta Meninggal di Kampung Damer Manggarai Timur NTT

 

Setibanya di Palue sekitar pukul 13.45 WITA, tim langsung menuju sejumlah titik pengungsian di Desa Ladolaka dengan difasilitasi Tim Siaga Desa.

Sebelum menyalurkan bantuan, tim juga melihat langsung kondisi sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa.

Di Desa Ladolaka, sekitar 30 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Anak 7 Tahun Jadi Korban

Di balik kerusakan bangunan, gempa juga meninggalkan duka bagi sejumlah keluarga di Palue. Salah satunya sebuah keluarga yang tertimpa reruntuhan rumah saat gempa terjadi.

Seorang anak berusia sekitar tujuh tahun menjadi korban dalam kejadian tersebut. Hingga kini, anak itu masih menjalani perawatan di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere.

Sekretaris PCNU Kabupaten Sikka, Aklamin, mengatakan kedatangan NU Peduli Kemanusiaan bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat Palue tidak menghadapi bencana seorang diri.

Baca juga: Jelang Kunjungan Prabowo, Pengungsi Gempa Nagekeo Baru Terima Selimut dan Tikar Setelah 5 Hari

“Bagi kami, duka bapak dan mama di Palue adalah duka kami juga. Karena itu, kami bergerak dan hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membawa bantuan seadanya,” kata Aklamin.

Ia mengajak warga untuk tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan dan keselamatan setelah bencana.

Menurut dia, musibah tersebut menjadi pengingat bagi manusia untuk senantiasa mengingat kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.

Bantuan untuk 120 Keluarga

Dalam penyaluran kali ini, bantuan NU Peduli Kemanusiaan menjangkau sekitar 120 kepala keluarga. Mereka tersebar di Dusun Loi Mite, Dusun Teo, Dusun Watumeko, dan Dusun Matamera.

Kehadiran tim mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah satunya Fransiskus Baga yang menyampaikan terima kasih karena NU Peduli Kemanusiaan bersedia datang langsung ke Palue di tengah keterbatasan akses pascagempa.

“Kami sangat berterima kasih kepada NU Peduli Kemanusiaan yang telah hadir di sini, meskipun dalam keterbatasan. Kami sangat senang karena NU telah memperhatikan kami,” ujar Fransiskus.

Ia menilai bantuan tersebut juga menjadi bentuk nyata toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

“Walaupun kita berbeda, inilah bentuk toleransi yang sesungguhnya,” katanya.

Fransiskus juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga terdampak gempa di Desa Ladolaka.

Ia berharap seluruh relawan NU Peduli Kemanusiaan dan para donatur diberi kesehatan, keberkahan, serta kekuatan untuk terus membantu masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.