Imbas Kebakaran Lahan di Kalimantan, 12 Wilayah di Malaysia Alami Kualitas Udara Buruk
Bobby Wiratama August 23, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 12 wilayah di Malaysia tercatat mencatatkan pembacaan Indeks Pencemaran Udara (API) pada kategori tidak sehat hingga Sabtu (22/8) pukul 20.00 waktu setempat.

Kualitas udara yang kian memburuk ini terjadi seiring meningkatnya jumlah titik panas di kawasan regional berdasarkan data dari Sistem Manajemen Indeks Pencemaran Udara (APIMS).

Di wilayah Sarawak, sebanyak 10 kawasan menembus ambang batas tidak sehat.

IPD Serian mencatatkan angka tertinggi secara nasional dengan pembacaan 198 sementara laporan resmi Jabatan Alam Sekitar (JAS) mencatat angka 197 yang kian mendekati kategori sangat tidak sehat mulai bacaan 201.

Catatan memprihatinkan juga ditunjukkan di Kuching (191), Sri Aman (179), Samarahan (178), Sarikei (168), Mukah (158), Sibu (158), Bintulu (156), Samalaju (153), serta Miri (110).

Di luar Sarawak, Bukit Rambai di Melaka turut mencatatkan angka tidak sehat sebesar 153, disusul Tanjung Malim di Perak sebesar 114.

Sementara itu, wilayah dengan pembacaan moderat tertinggi meliputi Johan Setia di Selangor (99), Seberang Perai di Pulau Pinang (92), Minden di Pulau Pinang (91), Shah Alam di Selangor (91), dan Alor Setar di Kedah (90).

Wilayah Kapit di Sarawak (90), Seri Manjung di Perak (89), Nilai di Negeri Sembilan (87), Tasek Ipoh di Perak (86), dan Labuan (86) juga mencatatkan tingkat moderat yang terlevasi. 

Baca juga: Karhutla Kalimantan Meluas, Warga Banjarbaru Sudah Rasakan Asap Sejak Juli

Secara keseluruhan, sebanyak 56 kawasan di seluruh negeri berada pada level sedang, dengan nihil wilayah yang mencatatkan kualitas udara baik.

Data API ini dirilis setiap jam berdasarkan 68 stasiun pemantauan di penjuru negeri.

Berdasarkan laporan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) pada Sabtu (22/8/2026), terdeteksi sebanyak 425 titik panas di Kalimantan serta 187 di Sumatera.

Angka ini jauh melampaui jumlah titik panas di dalam negeri yang hanya sebanyak 15 titik.

Azuri Azizah dari ASMC merinci bahwa titik panas domestik tersebut mencakup tujuh titik di Sarawak, masing-masing dua titik di Johor, Pahang, dan Terengganu, serta masing-masing satu titik di Kelantan dan Melaka.

Pemetaan karhutla dari ASMC juga menunjukkan potensi kelanjutan fenomena alam ini akibatdominasi cuaca kering di wilayah selatan ASEAN dengan sebaran titik panas di beberapa kawasan Kalimantan dan Sumatera.

"Kepulan asap sedang diamati di tengah dan selatan Sumatera. Kebakaran lahan juga terus diamati di barat Kalimantan," ujar Azuri Azizah.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca panas dan kering tersebut, pihak JAS kini semakin memperkuat pengawasan, pencegahan, serta penegakan hukum terhadap seluruh aktivitas pembakaran terbuka di penjuru negeri Malaysia.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.