TRIBUNJATENG.COM, BATANG — Jalan Veteran Kabupaten Batang mendadak berubah menjadi panggung pertunjukan terbuka, Sabtu (22/8/2026) malam.
Gemerlap lampu, kostum karnaval, dan iring-iringan puluhan peserta menyemarakkan Batang Night Carnival 2026 yang menyedot perhatian masyarakat di sepanjang rute.
Sebanyak 20 kontingen ambil bagian dalam gelaran tersebut.
Pesertanya berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Batang, perwakilan kecamatan, hingga pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang.
Dengan balutan busana karnaval yang penuh warna dan tata cahaya yang menerangi suasana malam, masing-masing kontingen membawa konsep serta karakter berbeda.
Mereka berjalan dan menampilkan atraksi sepanjang rute yang telah ditentukan, sementara warga berdiri di sejumlah titik untuk menyaksikan parade.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rombongan karnaval melintas.
Warga memadati sisi jalan untuk melihat dari dekat berbagai kostum dan properti yang dibawa peserta.
Baca juga: Slawi Night Carnival, Puluhan Peserta Tampilkan Kostum dan Kendaraan Hias Pukau Penonton
Di antara kontingen, satu di antaranya yang mencuri perhatian mengusung tema “Kilau Bahari Nusantara, Peradaban Baru Batang untuk Menuju ke Dunia.”
Konsep tersebut menggabungkan cerita budaya Batang dengan potensi bahari dan keberadaan galangan kapal yang menjadi bagian dari sejarah serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Nanik Nurkhalilah (45), yang terlibat dalam kontingen tersebut, mengatakan konsep yang dibawakan merupakan hasil penggabungan tiga kecamatan dalam satu alur cerita.
“Alhamdulillah sangat meriah, luar biasa, beda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pada malam hari ini kita harus mengusung tema yang kalau dari kecamatan itu harus menyatukan tiga kecamatan sekaligus dalam satu cerita,” kata Nanik kepada Tribunjateng.
Menurut Nanik, konsep tersebut menampilkan cerita dari Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis yang kemudian dirangkai dalam satu tema besar.
Satu di antara karakter yang ditampilkan adalah Dewi Lanjar.
Tokoh tersebut hadir bersama properti naga yang menjadi bagian dari visualisasi pertunjukan.
Selain menghadirkan unsur legenda dan budaya, penampilan itu juga membawa pesan agar generasi muda tidak kehilangan keterikatan dengan budaya lokal di tengah perkembangan industri di Kabupaten Batang.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak yang Gen Z bisa meneruskan budaya di Kecamatan Batang, khususnya di Kecamatan Batang yaitu galangan kapal. Walaupun ada pabrik-pabrik, galangan kapal di Batang tetap bisa mendunia,” ucapnya.
Selain kostum, dalam kegiatan tersebut juga nampak pasukan paskibraka Kabupaten Batang juga membentangkan bendera merah putih sepanjang 81 meter untuk mengawali parade kostum tersebut.
Di sisi lain, Bupati Batang M Faiz Kurniawan turut menyaksikan Batang Night Carnival bersama istri, Faela Sufa, anaknya, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Batang.
Faiz menilai pelaksanaan Batang Night Carnival 2026 berlangsung meriah dan mendapat respons tinggi dari masyarakat.
“Berjalan dengan baik, meriah, masyarakat antusiasnya tinggi, dan menurut saya sih ini menjadi momen penting kita untuk penyelenggaraan Batang Night Carnival berikutnya,” kata orang nomor satu di Kabupaten Batang.
Dia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda yang memiliki karakter tersendiri, sekaligus membedakan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Batang.
Untuk penyelenggaraan berikutnya, Faiz menyebut konsep Batang Night Carnival akan terus dikembangkan.
Tema yang diusung setiap tahun diharapkan tidak sama sehingga parade memiliki cerita dan daya tarik baru.
“Ke depannya kita penginnya, setiap tahun itu temanya beda-beda. Jadi tahun depan mungkin kita akan menampilkan tema yang berbeda lagi,” ujarnya.
Faiz menjelaskan, Batang Night Carnival tahun ini mengambil konsep karnaval yang digelar pada malam hari dengan mengangkat alur cerita kebudayaan Kabupaten Batang.
“Yang kita tekankan adalah alur cerita kebudayaan Kabupaten Batang tahun ini, yang ditampilkan masing-masing kontingen dengan part yang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses kreatif dalam gelaran tersebut melibatkan para pelaku seni dan generasi muda dari Kabupaten Batang.
“Ini sebenarnya juga membuktikan bahwa ini semua digarap oleh teman-teman dari Kabupaten Batang. Baik dari DKD, dari Sekar Gading, yang itu semuanya dari yang senior sampai yang muda-muda semuanya dikerjakan oleh anak-anak Kabupaten Batang,” ungkapnya.
Selain menjadi ruang pertunjukan budaya dan kreativitas, Batang Night Carnival 2026 juga disertai aksi penggalangan donasi untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penggalangan dana dilakukan dengan memanfaatkan kode QR yang tersedia dalam kegiatan tersebut.
Faiz mengatakan donasi telah mulai dihimpun, dengan ASN menjadi salah satu kelompok yang banyak berpartisipasi.
“Donasi kita menyelenggarakan donasi untuk saudara-saudara kita yang di NTT. Dari paralel tadi menggunakan QR code, tapi mayoritas memang ASN. Masyarakat kita harapkan masih bisa tetap kita buka untuk masyarakat,” ucapnya.
Di tengah kemeriahan parade, terdapat pula sejumlah catatan dalam pelaksanaan.
Beberapa kontingen yang telah mempersiapkan penampilan disebut tidak mendapatkan kesempatan tampil di hadapan tamu kehormatan karena keterbatasan waktu dan pengaturan jalannya parade.
Meski demikian, iring-iringan 20 kontingen tetap bergerak menyusuri rute dan disambut warga yang memenuhi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Batang.
Lampu-lampu dari properti karnaval, kostum para peserta, serta rangkaian cerita budaya yang dibawa setiap kontingen terus bergerak membelah keramaian hingga seluruh rombongan menyelesaikan perjalanan. (Ito)