TRIBUNNEWS.COM - Prancis mencetak sejarah baru di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah berhasil mengirimkan dua wakil ke partai final.
Alex Lanier akan tampil di final tunggal putra, sedangkan pasangan Thom Gicquel/Delphine Delrue bakal bersaing di nomor ganda campuran.
Pencapaian tersebut tercipta setelah keduanya memenangkan pertandingan semifinal yang berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Sabtu (22/8/2026).
Alex mengalahkan wakil Kanada, Victor Lai, dengan skor 16-21, 21-13, 21-14, setelah berduel selama 1 jam 25 menit.
Di final, Lanier akan berhadapan dengan tunggal putra Jepang, Kodai Naraoka.
Sementara itu, Gicquel/Delrue lolos ke babak final usai menundukkan unggulan kedua asal China, Jiang Zhenbang/Wei Yaxin, dengan skor 19-21, 21-13, 21-11, setelah melalui pertarungan selama 63 menit.
Gicquel/Delrue akan memperebutkan gelar juara dunia melawan wakil China sekaligus unggulan pertama, Feng Yanzhe/Huang Dongping.
Baca juga: Update Ranking BWF Pasca-Kejuaraan Dunia 2026: Jojo Segel Tunggal Putra Peringkat 1 meski Tak Juara
Keberhasilan Lanier dan Gicquel/Delrue melaju ke final memastikan Prancis setidaknya membawa pulang dua medali perak dari Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Jika mampu memenangkan pertandingan final, keduanya resmi merengkuh gelar juara dunia sekaligus meraih medali emas.
Prestasi tersebut membuat Prancis mencetak sejarah.
Sejak Kejuaraan Dunia BWF digelar pada 1977, belum ada wakil Prancis yang mampu meraih medali di ajang prestisius tersebut.
Namun kini, Prancis memiliki kesempatan untuk meraih kejayaan bahkan meraih dua medali emas sekaligus.
Adapun untuk laga final Kejuaraan Dunia BWF 2026 bakal digelar hari ini, Minggu (23/8/2026) mulai pukul 14.30 WIB.
Baca juga: Jadwal Final Kejuaraan Dunia BWF 2026: Kans Akane & Liu/Tan Pertahankan Gelar, Indonesia Tanpa Wakil
Lebih lanjut, Prancis mencatatkan hasil lebih baik daripada Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Jika Prancis membawa pulang minimal dua medali perak, Indonesia hanya meraih perunggu lewat ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Amri/Nita gagal melaju ke final setelah kalah tipis dari Feng Yanzhe/Huang Dongping, dengan skor 22-20, 14-21, 20-22, Sabtu (22/8/2026).
Pencapaian tahun ini mengulang hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Tahun lalu, Indonesia tidak memiliki wakil di final dan hanya Putri Kusuma Wardani yang berhasil mencapai semifinal sekaligus meraih medali perunggu.
Dalam dua edisi beruntun, tidak ada wakil Indonesia di final Kejuaraan Dunia BWF, yakni 2026 dan 2025.
Wakil Indonesia terakhir yang berlaga di final Kejuaraan Dunia BWF adalah pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Apriyani/Fadia saat itu finis sebagai runner-up Kejuaraan Dunia BWF 2023 setelah kalah dari wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, dengan skor 16-21, 12-21.
Sedangkan wakil Indonesia terakhir yang mampu meraih medali emas Kejuaraan Dunia BWF adalah pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2019 silam.
(Tribunnews.com/Isnaini)