TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Menanggapi isu kelangkaan dan rencana pemerintah memperketat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar, Pengawas SPBU Polohu, Kasriadi Kasim, memastikan bahwa ketersediaan stok di tempatnya dalam kondisi aman.
Kasriadi menegaskan, pihaknya terus memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat.
Baca juga: Beri Kuliah Umum Wabup Mateng Dorong 150 Maba UT Majene Jadi Agen Perubahan
Baca juga: Rumah Dimasuki OTK Pedagang Gorengan di Pasangkayu Kehilangan Uang Jualan Rp2,5 Juta
Menurutnya, kelangkaan hanya mungkin terjadi jika pasokan dari depot utama mengalami pengurangan.
Namun, ia meyakinkan bahwa selama stok di depot masih tersedia, konsumen tidak perlu khawatir akan kehabisan BBM di SPBU Polohu.
"Tetapi jika stok di depot tetap tersedia, saya pastikan tidak ada kelangkaan BBM di SPBU kami," tegasnya saat ditemui di kantornya, Minggu (23/8/2026).
Hingga saat ini, Kasriadi mengungkapkan bahwa kondisi penjualan BBM di SPBU Polohu berjalan normal.
Pihaknya menerima jatah pasokan BBM subsidi dari depot sebanyak 8 Kilo Liter (KL) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Selain memastikan stok, Kasriadi juga menyampaikan bahwa harga BBM subsidi belum mengalami perubahan.
Pertalite masih dibanderol dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar dijual seharga Rp6.800 per liter.
"Harga masih tetap sama seperti sebelumnya," tambahnya.
SPBU Polohu sendiri terletak di Jalan Trans Sulawesi, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah.
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah