Daya Beli Masyarakat Turun Hingga BPJS Tak Aktif, PA GMNI Cirebon Siapkan Gerakan Bela Kaum Marhaen
Mutiara Suci Erlanti August 23, 2026 02:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Penurunan daya beli masyarakat hingga persoalan data sosial menjadi perhatian PA GMNI Cirebon.


Keluhan warga soal desil yang naik meski berpenghasilan pas-pasan, hingga kepesertaan BPJS yang tidak aktif, dinilai menjadi persoalan yang harus diperjuangkan.


Ketua terpilih DPC PA GMNI Cirebon periode 2026-2031, Imam Yahya mengatakan, kondisi ekonomi dan berbagai persoalan sosial masyarakat membutuhkan keberpihakan nyata dari kaum Marhaenis.


Menurutnya, alumni GMNI yang kini bergerak di berbagai bidang harus mampu menggunakan posisi dan perannya untuk membantu masyarakat.

Baca juga: Tragedi Pohon Tumbang di Cirebon, Keluarga Korban Sebut Ada Bantuan Untuk Pengobatan dan Pendidikan


"Menurut saya, penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Alumni harus terus didorong untuk memiliki jiwa Marhaenis dan membela kaum Marhaen," ujar Imam saat berbincang dengan media, Minggu (23/8/2026).


Imam menilai, keberpihakan terhadap masyarakat harus menjadi ciri khas para alumni GMNI, baik yang berada di dunia politik, birokrasi maupun sektor profesional.


Ia menyebut, persoalan pelayanan publik dan perlindungan sosial sebagai salah satu ruang perjuangan yang bisa diisi oleh para alumni.


Salah satunya berkaitan dengan perubahan desil masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap akses bantuan sosial maupun layanan publik.


"Banyak persoalan yang membuat masyarakat kecewa. Salah satunya terkait kenaikan desil, padahal pendapatan masyarakat pas-pasan tapi desil naik, kepesertaan BPJS tidak aktif, dan persoalan lainnya," ucapnya.


Imam menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah administratif.


Menurut dia, berbagai keluhan masyarakat harus menjadi bagian dari perjuangan untuk memastikan hak-hak warga terpenuhi.

Baca juga: Persib Bandung Mulai Fokus Asah Taktik Untuk Hadapi Manila Digger


"Kondisi seperti ini harus menjadi alat perjuangan kita untuk membela hak-hak masyarakat," jelas dia.


Ia juga menekankan pentingnya distribusi kader agar alumni GMNI dapat mengambil peran di berbagai sektor kehidupan.


Menurut Imam, kader tidak cukup hanya aktif dalam organisasi.


Nilai-nilai Marhaenisme harus tetap dibawa ketika mereka terjun ke politik, birokrasi maupun dunia profesional.


"Pertama, kita perlu memperkuat peran dan fungsi alumni. Kedua, kita perlu memperkuat tugas dan fungsi cabang GMNI agar dapat berkembang di kampus-kampus di Cirebon. Karena itu, penguatan kader menjadi hal yang penting," kata Imam yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cirebon.


Selain persoalan ekonomi dan sosial, Imam menyoroti tantangan literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.


Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi konten-konten pendek berpotensi membuat masyarakat kesulitan memahami persoalan secara lebih mendalam.


Karena itu, ia mendorong kader memanfaatkan ruang digital bukan sekadar untuk berinteraksi, tetapi juga menyampaikan gagasan mengenai kebangsaan dan kerakyatan.


Imam juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi setelah dirinya terpilih memimpin DPC PA GMNI Cirebon periode 2026-2031.


"Alumni harus solid, kompak, dan bersatu. Alumni GMNI harus menjadi garda terdepan dalam membela kaum Marhaen yang hari ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Kita harus tetap kompak dan kuat," ujarnya.


Ia berharap semangat Marhaenisme tidak berhenti sebagai gagasan atau jargon organisasi.


Menurut Imam, nilai tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk memperluas edukasi mengenai perjuangan dan berbagai persoalan kerakyatan.


Dengan demikian, keberadaan alumni GMNI di berbagai sektor diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: Sempat Bergejolak, Pabrik di Cirebon Ini Bangkit Lagi, 800-900 Orang Kembali Aktif Bekerja


*Konfercab Berjalan Demokratis*


Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab DPC PA GMNI Cirebon, Asep Saefullah mengatakan, pelaksanaan konfercab berlangsung lancar dengan mengedepankan prinsip demokrasi.


Menurut Asep, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang diskusi panjang mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Jadi, konfercab ini melegitimasi Imam Yahya sebagai ketua terpilih secara demokratis," kata Asep.


Ia menyebut proses konfercab berlangsung dengan diskursus yang cukup panjang.


Berbagai persoalan kerakyatan turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut.


Konfercab DPC PA GMNI Cirebon itu juga dihadiri Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari dan Sekretaris DPD PA GMNI Jawa Barat Adiyana Slamet beserta jajaran pengurus.


Dengan terpilihnya kepengurusan baru periode 2026-2031, PA GMNI Cirebon diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Marhaenisme melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.