Tragedi Pohon Tumbang di Cirebon, Keluarga Korban Sebut Ada Bantuan Untuk Pengobatan dan Pendidikan
Mutiara Suci Erlanti August 23, 2026 02:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Duka keluarga pasangan suami istri korban pohon tumbang di kawasan Jembatan Sukalila, Jalan KS Tubun, Kota Cirebon, sedikit terobati setelah Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CimanCis) memberikan santunan.


Tak hanya santunan, keluarga korban yang belakangan diketahui bernama Muhammad Faris (51) juga menyebut, BBWS CimanCis menyampaikan rencana bantuan untuk pendidikan serta pengobatan ibu korban yang hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Kasih.


Hal tersebut disampaikan Suryandi (39), adik almarhum Faris, saat berbincang dengan media, Minggu (23/8/2026).


Menurut Suryandi, perwakilan BBWS CimanCis datang menemui keluarga pada Jumat (21/8/2026).


Pemberian santunan tersebut turut disaksikan pihak keluarga, aparat kewilayahan setempat, serta perwakilan Kodam III Siliwangi.


"Alhamdulillah, kami mengapresiasi kepedulian dari BBWS CimanCis," ujar Suryandi.


Ia mengatakan, kedatangan pihak BBWS CimanCis bukan hanya untuk memberikan santunan.

Baca juga: Pohon Besar di Cirebon Tumbang Timpa Pasangan Suami Istri, BBWS : Bukan Kami yang Menebang


Menurutnya, pihak BBWS juga menyampaikan kepedulian terhadap kondisi keluarga setelah tragedi yang merenggut nyawa Faris tersebut.


"Mereka datang memberikan santunan dan menyampaikan akan membantu untuk pendidikan serta kesehatan ibu yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Kasih," ucapnya.


Bagi keluarga, perhatian tersebut menjadi hal yang sangat berarti di tengah suasana duka.


Terlebih, keluarga masih harus menghadapi kondisi ibu korban yang menjalani perawatan setelah menjadi korban pohon tumbang.


Suryandi pun menyampaikan apresiasinya kepada BBWS CimanCis dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada keluarga.


Ia berharap kepedulian tersebut dapat membantu keluarga melewati masa sulit setelah peristiwa nahas di Jembatan Sukalila.


"Terima kasih kepada BBWS CimanCis dan seluruh pihak yang sudah memberikan perhatian serta membantu keluarga kami," jelas dia.

 


*Sebelumnya, Suara Gubrak Dikira Mobil Tabrakan*


Peristiwa pohon tumbang sendiri terjadi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.


Suara keras tiba-tiba terdengar dari kawasan jembatan.


Warga sekitar sempat mengira suara tersebut berasal dari kecelakaan kendaraan.


Namun setelah melihat ke arah sumber suara, warga mendapati sebuah pohon besar roboh dan menimpa pasangan suami istri yang sedang melintas menggunakan sepeda motor.


Warga sekitar, Darkam (38), mengaku mendengar suara benturan sangat keras.


"Suara gubrak! Gua kira mobil tabrakan itu, keras. Kayak mobil tabrakan keras," ujar Darkam saat ditemui di lokasi, Kamis (20/8/2026).


Saat kejadian, Darkam baru saja membeli rokok di warung yang berada tak jauh dari lokasi.


Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor melintas dari arah Jalan Kartini menuju Prujakan.


Di saat bersamaan, pohon besar di pinggir sungai tiba-tiba roboh.


"Terus motor itu lewat. Nah itu pohon jatuh, menimpa korban," katanya.


Menurut Darkam, ukuran pohon tersebut sangat besar.


Batangnya bahkan mengenai bagian jembatan hingga merusak pagar pembatas di sekitar sungai.


"Besar itu pohonnya. Ya besar banget sih," jelasnya.

Baca juga: Saddil Ramdani Sampaikan Terima Kasih untuk Keluarga Besar Persib Bandung


*Pasutri Jadi Korban*


Darkam mengatakan pasangan suami istri tersebut langsung menjadi korban setelah sepeda motor yang mereka gunakan tertimpa pohon.


"Nimpa korban ini laki-bini (suami istri) sama besi itu," katanya.


Ia menyebut sang istri mengalami cedera pada bagian pinggul dan diduga mengalami patah tulang.


"Itu kata istrinya kena ini, pinggulnya patah," ujarnya.


Sementara Faris mengalami luka setelah bagian kepalanya tertimpa pohon.


"Nah, suaminya mengsol (terluka), ininya (kepala) tertimpa pohon, kepalanya," ucap Darkam.


Warga kemudian berupaya mengevakuasi keduanya dari lokasi kejadian.


Saat dibopong, kondisi sang istri disebut sudah sangat lemas.


"Kalau saya bopong tuh ininya (kaki) sudah lempai (lemas)," jelas Darkam.


Warga sempat mempertimbangkan membawa korban ke puskesmas.


Namun karena kondisi korban cukup parah, warga memilih menunggu ambulans.


"Ya sudah bawa ke rumah sakit, ambulans. Di-bel ambulansnya," katanya.


Kedua korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Sumber Kasih yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi.


"Ke Rumah Sakit Sumber Kasih. Ya sama mobil ambulans," ujarnya.

 


*Pohon Tumbang Mendadak*


Darkam mengatakan, pohon tersebut roboh secara tiba-tiba.


Saat kejadian, menurut dia, kondisi angin tidak terlalu kencang.


"Enggak, enggak kencang anginnya. Kencang biasa bae (saja)," ucapnya.


Namun ketika pasangan suami istri tersebut melintas, pohon tiba-tiba tumbang.


"Lagi lewat, tumbang," jelas Darkam.


Darkam yang sehari-hari beraktivitas sebagai petugas kebersihan di sekitar lokasi juga mengaku sudah lama melihat keberadaan pohon tersebut.


"Itu sudah beberapa tahun, sudah lama sih, sudah 10 tahunan sih ada ini," katanya.


Ia menggambarkan pohon tersebut berukuran sangat besar dan bentuknya menyerupai pohon beringin.


"Itu kayak pohon beringin," ujarnya.

Baca juga: Sempat Bergejolak, Pabrik di Cirebon Ini Bangkit Lagi, 800-900 Orang Kembali Aktif Bekerja


*BBWS Bantah Pohon Ditebang*


Sementara itu, BBWS CimanCis sebelumnya buka suara mengenai peristiwa tersebut.


Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) BBWS Cimanuk Cisanggarung, Hendra Kurniawan, menegaskan pohon yang tumbang tersebut tidak ditebang oleh pihaknya.


Hendra menjelaskan, saat kejadian pihaknya memang tengah melakukan pekerjaan menggunakan ekskavator di sekitar Sungai Sukalila.


Alat berat tersebut digunakan untuk membuat akses menuju lokasi pekerjaan sekaligus membuang sedimen dari sungai.


"Kita sama sekali tidak mengusik atau menebang atau mengganggu untuk pohon tersebut. Kita sedang buat jalan eksa di sebelahnya," ujar Hendra saat ditemui di lokasi, Kamis (20/8/2026).


Menurut Hendra, pihaknya tidak mengetahui bahwa pohon tersebut sudah dalam kondisi tua dan lapuk.


Pohon itu kemudian tiba-tiba tumbang ketika pasangan suami istri melintas menggunakan sepeda motor.


"Hanya memang yang kita tidak mengetahui bahwa pohon tersebut sudah lapuk, sudah tua dan jatuh secara tiba-tiba. Dan kemudian kena, ada korban yang lewat," ucapnya.


Hendra menyebut terdapat dua korban dalam peristiwa tersebut.


Keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sumber Kasih.


"Ada dua orang korbannya. Saat ini sudah kita bawa ke Rumah Sakit Sumber Kasih dan masih dirawat lah di sana," jelas dia.

 


*Ekskavator Berjarak 3 Meter dari Pohon*


Hendra juga menjelaskan posisi ekskavator saat pekerjaan berlangsung.


Ia memastikan alat berat tersebut tidak mengenai batang maupun bagian pohon secara langsung.


"Enggak kena, Pak. Kalau kena kan berarti kan kena ya. Kalau ini beda, kalau Bapak bisa lihat itu. Titiknya beda gitu," katanya.


Saat ditanya mengenai jaraknya, Hendra menyebut posisi ekskavator sekitar tiga meter dari pohon.


"3 meter lah, Pak," ujarnya.


Meski demikian, Hendra belum dapat memastikan apakah getaran aktivitas ekskavator turut memengaruhi tumbangnya pohon tersebut.


"Nah, kalau itu saya enggak bisa memastikan atau enggak apa karena getaran," ucap Hendra.


Ia menjelaskan akses bagi ekskavator menuju lokasi pekerjaan memang berada di dekat pohon tersebut.


"Karena satu-satunya jalan untuk eksavator turun ke lokasi ya di dekat situ," jelasnya.


Hendra menduga kondisi pohon yang sudah tua dan lapuk menjadi faktor utama pohon tumbang.


"Faktornya sih kemungkinan karena pohonnya sudah lapuk ya, udah tua," katanya.


Ia menambahkan, perlakuan terhadap pohon tersebut sebelumnya sama seperti pohon lain di sekitar lokasi yang juga dilalui ekskavator.


"Kalau yang di sebelah pohon-pohon lainnya, kalau rekan-rekan media lihat, juga eksa turun juga alhamdulillah baik-baik saja gitu. Perlakuan kita juga sama, kita pikir kuat gitu," ujarnya.


Namun, ketika operator menggali di dekat pohon tersebut, pohon tiba-tiba tumbang.


"Ternyata operator pada saat gali yang di dekat pohon tersebut, ya pohon tersebut tumbang," ucap Hendra.

Baca juga: Sejarah Baru Bagi Majalengka, Tresna Wine Eriska Raih Gelar Mojang Pinilih Jawa Barat 2026


*Batang Pohon Melintang di Sungai Sukalila*


Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan sejumlah batang dan dahan pohon telah dipotong dan ditumpuk di pinggir jalan.


Batang pohon berukuran besar sebelumnya terlihat melintang di atas aliran Sungai Sukalila.


Bagian akar pohon di pinggir sungai tampak tercabut dari tanah di sisi tebing.


Pagar pembatas jembatan juga terlihat mengalami kerusakan.


Sejumlah warga dan petugas berada di lokasi untuk melakukan penanganan terhadap pohon tumbang tersebut.


Aliran Sungai Sukalila di bawah jembatan tampak dipenuhi eceng gondok dan tumpukan sampah.


Sementara arus kendaraan di sekitar lokasi masih dapat melintas.


Dalam video amatir yang beredar di media sosial, batang pohon besar terlihat melintang di kawasan jalan dan sungai.


Video berdurasi sekitar 20 detik itu memperlihatkan batang pohon yang menghalangi jalan, pangkal pohon yang merusak pembatas jembatan, hingga kondisi sungai yang dipenuhi sampah dan ranting.


Suara benturan keras yang semula dikira kecelakaan mobil akhirnya diketahui berasal dari pohon besar yang tumbang secara tiba-tiba.


Kini, setelah tragedi tersebut, keluarga korban masih harus menjalani masa duka sekaligus merawat ibu korban yang masih mendapatkan perawatan medis.


Di tengah kondisi tersebut, keluarga mengapresiasi perhatian BBWS CimanCis yang memberikan santunan serta menyampaikan rencana bantuan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga korban.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.