TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kecelakaan tunggal menewaskan seorang pengemudi Toyota Fortuner di kawasan Wisata Paralayang Wayu, Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Korban diketahui bernama Fadli Yundu mengemudikan Toyota Fortuner warna hitam dengan nomor polisi DN 1981 AA.
Baca juga: Lewat SIPD, Aspirasi Warga Dikawal Ketua Komisi B DPRD Palu hingga Pokir Jalan Terealisasi
Kecelakaan bermula ketika kendaraan korban memasuki area diketahui merupakan kawasan larangan kendaraan.
Menurut hasil penanganan awal kepolisian dan keterangan sejumlah saksi, korban sebelumnya telah mendapat teguran dari petugas keamanan wisata agar tidak membawa kendaraan memasuki area tersebut.
Namun, teguran tersebut tidak diindahkan.
Korban tetap mengendarai mobil hingga masuk ke area wisata dan kemudian memarkirkan kendaraannya.
Saat hendak memutar kendaraan dengan mengambil haluan ke kanan, mobil diduga kehilangan kendali.
Kendaraan kemudian terperosok ke lereng bukit dengan kondisi cukup curam hingga meluncur sekitar 40 meter.
Akibat kecelakaan tersebut, korban masih berada di dalam kendaraan mengalami benturan pada bagian kepala.
Fadli Yundu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Personel Polres Sigi menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Pangdam XXIII Palaka Wira Pantau Karhutla di Gunung Barako Poboya Palu, Satu Unit Damkar Disiagakan
Korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Sigi Iptu Rahmat mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan terjadi setelah kendaraan masuk ke area telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang bagi kendaraan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan rambu maupun larangan telah diberlakukan di kawasan wisata, khususnya lokasi dengan medan memiliki risiko kecelakaan.
Polres Sigi juga mengimbau pengendara selalu memperhatikan kondisi medan dan memastikan kendaraan berada di area aman sebelum melakukan manuver.
Penggunaan sabuk pengaman juga ditekankan untuk mengurangi risiko fatal apabila terjadi kecelakaan.
Masyarakat berkunjung ke kawasan wisata diminta mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan diri maupun pengunjung lainnya.(*)