Anggota Komisi IX DPR RI Perkuat Pelayanan Kesehatan Bagi Korban Terdampak Gempa Flores NTT
Oby Lewanmeru August 23, 2026 03:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM, RUTENG -- Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik dalam rangka pelayanan kesehatan pada daerah terdampak bencana di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur terhitung dari tanggal 21 sampai 23 Agustus 2026.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, dengan fokus utama memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai tetap berjalan dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani secara optimal.

Rombongan Komisi IX DPR RI diterima oleh Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai. 

Ada pun sebanyak delapan Anggota Komisi IX DPR RI ikut dalam Kunjungan tersebut. 

Baca juga: Update Gempa Flores 23 Agustus 2026, BMKG Catat 5.688 Gempa Susulan,130 di Antaranya Dirasakan Warga


Rombongan Komisi IX DPR RI dipimpin oleh Charles Honoris, selaku Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan DKI III.

Turut dalam rombongan, drg. Putih Sari, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Partai Gerindra, Daerah Pemilihan Jawa Barat VII; Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari PKB, Daerah Pemilihan Jawa Timur III; serta Anggota Komisi IX DPR RI, yakni Obet Rumbruren dari PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Papua Barat; dr. Maharani dari Partai Golkar, Daerah Pemilihan Riau I; Ravindra Airlangga, B.A., M.S. dari Partai Golkar, Daerah Pemilihan Jawa Barat V; Irma Suryani, S.E., M.M. dari Partai NasDem, Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II; dan Nurhadi, S.Pd., M.H. dari Partai NasDem.

Kehadiran jajaran pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan negara hadir secara langsung dalam penanganan dampak bencana, khususnya dalam aspek pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan perkembangan terkini penanganan dampak gempa, khususnya kondisi korban dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

31 Korban Meninggal Dunia, Ditambah Satu Relawan

Dalam paparannya kepada rombongan Komisi IX DPR RI, Bupati Hery Nabit menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi hingga saat itu mencapai 31 orang.

Selain korban dari masyarakat, terdapat pula satu orang relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak.

"Data korban meninggal dunia saat ini 31 orang, ditambah satu relawan kemanusiaan," ujarnya. 

Secara khusus, Bupati Hery menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ahmad Zaki Ali, Founder Yayasan Gerak Bareng, yang meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026.

"Kita tentu sangat berduka atas kepergian saudara Ahmad Zaki Ali. Beliau datang ke Manggarai untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Dedikasi dan kepeduliannya merupakan bagian dari semangat kemanusiaan yang patut kita hormati,"ungkapnya.

Sementara itu jumlah korban luka berat dan luka ringan telah mengalami penurunan setelah mendapatkan penanganan dan perawatan medis. Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama tenaga kesehatan terus memantau kondisi korban yang masih menjalani perawatan.

Libatkan Lintas Instansi Kesehatan

Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI tersebut turut melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Selain Anggota Komisi IX DPR RI, rombongan dan unsur pendukung kunjungan kerja melibatkan antara lain Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI; Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI; Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM); BPJS Kesehatan; dan Badan Gizi Nasional.

Keterlibatan lintas kementerian dan lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan respons kesehatan pascabencana dilakukan secara terpadu, mulai dari pelayanan medis, sumber daya tenaga kesehatan, ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, jaminan pembiayaan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat terdampak.

Bupati dan Wakil Bupati Terus Menjangkau Pengungsi

Di tengah situasi duka dan kekhawatiran masyarakat akibat gempa susulan yang masih terjadi, Bupati Hery Nabit terus bergerak mengunjungi posko-posko pengungsian untuk memastikan kondisi warga terdampak.

Tidak hanya Bupati, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu juga melakukan hal serupa. Kedua pemimpin daerah tersebut terus turun ke lapangan, mengunjungi posko pengungsian sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat terdampak. Posko pengungsian yang dikunjungi terdiri atas posko terpusat maupun posko mandiri yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Manggarai.

Kunjungan dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan lebih besar.

Namun, situasi tersebut tidak menghentikan langkah kedua pemimpin daerah untuk tetap berada di tengah masyarakat.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian, Bupati dan Wakil Bupati beberapa kali dihentikan atau didatangi warga yang juga menjadi korban terdampak gempa. Warga juga menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah bencana.

Pertemuan langsung tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.

Duka Bupati di Tengah Penanganan Bencana 

Beratnya situasi yang dihadapi masyarakat juga terlihat dari ekspresi Bupati Hery Nabit dalam sejumlah kesempatan ketika memberikan keterangan kepada media.

Dalam beberapa kesempatan siaran langsung televisi, Bupati terlihat menahan haru bahkan menangis ketika menyampaikan kondisi masyarakat dan menyebut para korban gempa bumi.

Momen tersebut menggambarkan bahwa di balik proses penanganan bencana yang membutuhkan keputusan cepat, terdapat duka dan kehilangan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Bupati Hery menegaskan Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi korban dan keluarga yang terdampak.

Pelayanan Kesehatan Menjadi Prioritas

Bupati menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Penurunan jumlah korban luka berat dan ringan setelah mendapatkan perawatan menjadi perkembangan positif, namun pemantauan dan pelayanan kesehatan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama TNI, Polri, tenaga kesehatan, BPBD, relawan, organisasi kemanusiaan, serta kementerian dan lembaga terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

Kunjungan spesifik Komisi IX DPR RI bersama jajaran Kementerian Kesehatan, BPOM, BPJS Kesehatan, dan Badan Gizi Nasional diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap sistem pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dapat dipenuhi secara cepat dan tepat.

Bupati Hery juga mengingatkan seluruh petugas dan relawan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas, mengingat aktivitas gempa susulan masih berlangsung.

"Di tengah semangat membantu masyarakat, keselamatan para relawan dan petugas juga harus menjadi perhatian. Kita tidak ingin ada lagi korban,"tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gempa, kondisi korban, pelayanan kesehatan, serta situasi di berbagai lokasi pengungsian sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. (rob) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.