Penampilan Prabowo Tinjau Kebakaran Hutan Kalimantan, Tak Pakai Masker dan Banyak Rimbun Semak Pohon
Angel aginta sembiring August 23, 2026 05:11 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Penampilan Presiden Prabowo saat tinjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan jadi sorotan.

Adapun penampilan Prabowo yang meninjau langsung lokasi kebakaran hutan di Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026) disorot publik.

Hal itu lantaran Prabowo tidak mengenakan masker dan berjalan menelusuri jalan setapak, dengan rimbun semak dan pohon di kanan kiri.

Pantauan di tayangan live kanal YouTube Sekretariat Presiden RI, Prabowo mengenakan pakaian safari warna khaki yang khas dengan penampilannya.

Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu terlihat tidak memakai masker, sedangkan para petugas yang memadamkan api kebakaran mengenakan penutup muka dari kain maupun masker khas pemadam kebakaran, Full Face Mask Breathing Apparatus.

Ia hanya mengenakan topi warna biru tua dan kacamata hitam.

Di sekitar lokasi, tampak kabut asap berwarna putih masih menyelimuti.

Baca juga: Kronologi Bebek Warga Medan Deli Curi Baterai Mobil Truk Lalu Dijual Rp200 Ribu untuk Beli Narkoba

Prabowo berjalan didampingi Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara RI (Mensesneg) Prasetyo Hadi beserta rombongan.

Dalam momen tersebut, Prabowo melambaikan tangan kepada para petugas, dan sejumlah petugas pemadam kebakaran juga terlihat menyalami Prabowo.

Prabowo juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa petugas Direktorat Samapta Polda Kalbar, sembari menepuk punggung salah satu petugas, seolah memberikan apresiasi.

Namun, tidak terdengar percakapan mereka.

Adapun agenda kunjungan Prabowo ke Kalimantan juga diumumkan melalui unggahan di akun resmi Sekretariat Kabinet RI di media sosial Instagram  @sekretariat.kabinet, Sabtu (22/6/2026) pagi.

Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa Prabowo bertolak ke Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan Segera Dikendalikan: Dulu Lebih Parah Bisa Ditangani

Presiden Prabowo Subianto meyakini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dapat segera dikendalikan.

Keyakinan tersebut disampaikan setelah Prabowo meninjau penanganan karhutla dan menerima laporan kondisi terbaru di sejumlah wilayah Kalimantan.

Baca juga: Selain Kedokteran Unsoed, Uang Pelicin Penerimaan Mahasiswa Baru juga Diduga di Perikanan dan Hukum

Prabowo mengatakan pemerintah terus menambah kebutuhan penanganan di lapangan, mulai dari helikopter hingga peralatan untuk mendapatkan sumber air.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah titik api baru meluas.

Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya pernah menghadapi karhutla dengan kondisi yang lebih parah dan berhasil mengatasinya.

Karena itu, ia optimistis penanganan karhutla yang terjadi saat ini dapat kembali dikendalikan dalam waktu dekat.

“Jadi saya berharap kita segera bisa kembali kendalikan,” katanya.

Presiden meyakini Karhutla di Kalimantan akan mampu teratasi karena kondisi lebih parah yang terjadi pada tahun sebelumnya mampu ditangani.

“Jadi saya berharap kita segera bisa kembali kendalikan. Dan kalau kita lihat sejarah, tahun-tahun, berapa tahun-tahun yang dulu, sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kita atasi,” katanya.

Presiden mengatakan telah melihat langsung kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan.

Ia juga telah menerima sejumlah laporan mengenai kebutuhan dalam penanganan Karhutla.

“Alhamdulillah ini berjalan terus. semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi. Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah,” katanya.

Presiden mengatakan telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan penanganan secepat dan seoptimal mungkin agar titik api tidak menyebar dan memperburuk kondisi yang terjadi.

“Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api,” ucapnya.

Baca juga: Prabowo dan Jokowi Kompak Pakai Beskap Biru Jadi Saksi Nikah Kasespri Presiden Rizky Irmansyah

1.487 Titik Panas

Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 19 Agustus 2026, terdapat total 1.487 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kalimantan.

Terdiri dari 767 titik di Kalimantan Tengah, 441 titik di Kalimantan Barat, 315 di Kalimantan Tengah, 34 di Kalimantan Selatan dan 17 di Kalimantan Utara. 

Luas karhutla tercatat mencapai sekitar 202 ribu hektare dalam tujuh bulan pertama 2026.

Dari angka tersebut, sekitar 95 ribu hektare terjadi hanya pada Juli, dengan sekitar 57 persen di antaranya berada di kawasan hutan.

Polri pun mengantongi sejumlah nama terkait insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kalimantan.

Nama-nama dikantongi polisi setelah pihaknya melakukan investigasi terkait karhutla di sejumlah provinsi.

Bukan hannya kerusakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera pun berdasarkan data kementerian Kesehatan mengakibatkan 3.158.166 penduduk terdampak.

Tarzan Kalimantan Bongkar Fakta Soal Kebakaran Lahan Kalimantan

Sementara itu disisi lain aktivis sekaligus Youtuber yang juga dijuluki Tarzan dari Kalimantan, Andrew Kalaweit bongkar fakta soal kebakaran lahan di Kalimantan.

Adapun Tarzan dari Kalimantan Andrew Kalaweit membongkar fakta soal kebakaran lahan di Kalimantan yang mengepung hampir seluruh wilayah Kalimantan sejak 18 Agustus 2026.

Andrew mengunggah video wilayah Kalimantan diselumuti asap sejak Juli 2026.

"Ini baru bulan Agustus… kemarau masih panjang… tetapi kalimantan sudah diselimuti kabut asap :(
18 agustus, 2026," tulis Andrew dalam akun Threads-nya.

Lalu dalam postingan terbaru, Andrew mengurai pemicu kebakaran lahan yang menghilangkan hutam di Kalimantan.

Kata Andrew, kebakaran tersebut bukan karena alam atau cuaca panas.

"Hutan tidak terbakar dengan sendirinya," tulis Andrew.

Pemicu kebakaran lahan diungkap Andrew adalah karena pembukaan lahan untuk penanaman sawit.

"Berladang dengan cara tradisional untuk tanam padi itu tidak masalah. itu sudah di lakukan dari jaman dahulu.

Bagian besar pembukaan lahan saat ini bukan untuk tanam padi…. lahan dibuka untuk tanam sawit," kata Andrew.

(*/Tribun-medan.com//Tribunbogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.