TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak lima peristiwa kebakaran lahan terjadi di Jembrana, Bali, dalam sepekan terakhir ini.
Salah satu pemicunya adalah musim kemarau ekstrem yang membuat sejumlah bahan seperti daun dan lainnya mudah terbakar.
Selama ini, pemicu kebakaran dilaporkan karena puntung rokok yang dibuang secara sembarangan.
Menurut data yang berhasil diperoleh, lima kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah.
Baca juga: Kebakaran TPA Suwung Bali, Polisi Soroti Gas Metan hingga Puntung Rokok
Di antaranya dua kebakaran di wilayah Kecamatan Pekutatan, satu kebakaran lahan di Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Bali.
Kemudian kebakaran di Nusasari Kecamatan Melaya serta kebakaran lahan di lingkungan Awen Kelurahan Lelateng di Kecamatan Negara, Sabtu 22 Agustus 2026 kemarin malam.
"Pekan ini, kita menerima lima kali laporan kebakaran lahan dan sudah kita tangani," jelas Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dikonfirmasi, Minggu 23 Agustus 2026.
Dia menyebutkan, dengan jumlah tersebut sebenarnya sudah merupakan alarm bahwa potensi kebakaran terutama kebakaran lahan sangat tinggi saat momen musim kemarau ekstrem ini.
Sehingga seluruh masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan hati-hati saat melakukan kegiatan seperti membakar sampah, api dupa, membuang puntung rokok dan lainnya yang dapat memicu kebakaran.
"Potensi kebakaran saat ini sangat tinggi. Kami harap masyarakat tetap berhati-hati agar tidak sampai menjadi pemicu kebakaran," imbaunya.
Eko Susila menyebutkan, kebakaran lahan terakhir terjadi di sebuah lahan di wilayah Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng.
Kebakaran tersebut terjadi di dekat pemukiman warga. Beruntung api bisa segera dikendalikan dan tidak sampai merembet ke pemukiman.
"Kemarin penanganannya membutuhkan sekitar dua jam lamanya. Sebab, ada sekitar 50 are lahan yang terbakar," ungkapnya.