UNJ Juara UniLeague 2026, Kompetisi Diharapkan Kian Besar dan Lahirkan Talenta Berkualitas
Hasiolan Eko P Gultom August 23, 2026 08:57 PM

UNJ Juara UniLeague 2026, Kompetisi Diharapkan Kian Besar dan Lahirkan Talenta Berkualitas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM -  Liga Universitas Coca-Cola 2026 atau UniLeague 2026 Regional Jakarta resmi berakhir.

Tim sepak bola Universitas Negeri Jakarta (UNJ) keluar sebagai juara setelah tampil dominan sepanjang kompetisi dengan catatan 12 kemenangan dan dua hasil imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Kepastian gelar juara UNJ semakin lengkap setelah mereka menutup kompetisi dengan kemenangan telak 16-0 atas Universitas Pakuan pada pertandingan yang berlangsung di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Performa tersebut menjadi gambaran dominasi UNJ sepanjang musim.

Dari 14 pertandingan yang dijalani, UNJ mampu menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi dan mengakhiri UniLeague 2026 Regional Jakarta dengan status sebagai tim yang belum terkalahkan.

Direktur PT Garuda Gemah Nusantara sekaligus tokoh kunci GGNN Foundation, Rizky Aidi, menilai penyelenggaraan Liga Universitas Coca-Cola 2026 memberikan perkembangan positif bagi seluruh tim yang ambil bagian.

“Hari ini kita menyaksikan pekan terakhir dari Liga Universitas Coca-Cola. Kita telah melaksanakan ini kurang lebih dalam kurun waktu empat bulan, di mana semua tim ter-develop dengan baik," ujar Rizky.

Menurut Rizky, berakhirnya musim 2026 bukan menjadi penutup rangkaian program.

GGNN Foundation bersama Coca-Cola masih menyiapkan berbagai program lanjutan yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di lapangan.

"Harapannya ke depan kita masih akan memiliki season-season berikutnya bersama Coca-Cola. Kita juga masih punya banyak program, tidak hanya berakhir di sini, untuk di lapangan, dan kita masih punya program di luar lapangan lainnya," jelasnya.

Sementara itu, President Director PT Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menjelaskan sepak bola dipilih sebagai salah satu medium untuk membangun karakter generasi muda karena memiliki daya jangkau yang luas dan mampu menyatukan berbagai latar belakang.

"Sepak bola adalah olahraga yang lintas generasi, tanpa melihat latar belakang, tanpa melihat dari kampus mana mereka berada. Salah satu olahraga yang menjadi pemersatu bangsa," kata Eva.

Selain aspek kompetisi, Liga Universitas Coca-Cola juga diarahkan untuk membangun nilai-nilai positif di kalangan mahasiswa. 

Sepak bola dinilai dapat menjadi ruang untuk mengembangkan sportivitas, kepemimpinan, solidaritas, sekaligus menjaga kesehatan mental generasi muda.

"Yang ingin kita latih melalui sepak bola ini adalah sportivitas, kepemimpinan, solidaritas. Tetapi yang paling penting, terutama bagi generasi muda sekarang, adalah mental health. Bagaimana secara mental terbangun, bukan hanya secara fisik," jelas Eva.

Sementara itu, Pendiri GGNN Foundation sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang membuat kompetisi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Liga Universitas Coca-Cola 2026 mencatat total 98 pertandingan yang digelar di dua regional, yakni Jakarta dan Bandung.

Pada tahun depan, cakupan kompetisi direncanakan semakin luas dengan penambahan regional baru.

Ratu Tisha juga menilai kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah pencarian pemain berbakat, tetapi turut membangun ekosistem sepak bola melalui keterlibatan sumber daya manusia di balik pertandingan.

"Harapannya ke depan tidak hanya mendapatkan talenta pemain, tetapi juga the man behind the game, seperti volunteer yang menangani media, competition, match operation, dan bidang lainnya. Mereka akan semakin bermunculan dan ke depan bisa menjadi bagian dari talent development di level elite," ungkap Ratu Tisha.

Program ini juga dinilai menjadi bagian dari proses pengembangan talenta jangka panjang.

Para pemain berusia 18 hingga 22 tahun mendapatkan kesempatan untuk terus berkembang melalui kompetisi rutin setiap pekan.

“Kita tidak bisa melihat hasilnya dalam satu tahun, tetapi harapannya bisa tumbuh banyak atlet atau pemain baru yang memiliki rate of development yang baik. Mudah-mudahan ke depan regional lain bisa kick-off dan berjalan dengan lancar," pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.