Kementerian HAM RI Pecahkan Rekor Dunia Pendidikan HAM dengan 6.000 Peserta
Asmadi Pandapotan Siregar August 23, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, SUMEDANG -- Indonesia mencatatkan prestasi baru di tingkat dunia melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (Kementerian HAM) Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan pendidikan dan penyuluhan hak asasi manusia (HAM) yang digelar secara masif berhasil memecahkan Guinness World Records untuk kategori Pelajaran Hak Asasi Manusia Terbesar.

Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan, sekitar 6.000 orang ambil bagian dalam rangkaian pendidikan dan penyuluhan HAM yang dilaksanakan di sejumlah daerah.

Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercatat atas nama Kepolisian Ekuador pada 2018 dengan jumlah peserta sebanyak 1.772 orang.

"Rekor dunia ini dahulu dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018. Kami pecahkan rekor hari ini karena kami sudah melakukan sosialisasi pendidikan HAM kepada masyarakat," kata Pigai di Sumedang, Jawa Barat, Jumat.

Rekor dunia itu diupayakan melalui kegiatan yang digelar Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian HAM Republik Indonesia.

Menurut Pigai, pendidikan dan penyuluhan HAM dilakukan secara masif untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai hak asasi manusia.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di Sumedang. Sebelumnya, pendidikan HAM telah dilakukan di Kalimantan Barat, Mandailing Natal, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

"Sebelum penyuluhan kepada 2.300 orang di sini (Sumedang), kami sudah melakukan di Kalimantan Barat, Mandailing Natal, Gorontalo, dan Sumatera Utara. Rata rata totalnya sekitar 6.000 orang," katanya.

Pigai menegaskan pendidikan dan penyuluhan HAM merupakan bagian dari tugas utama Kementerian HAM yang dijalankan sesuai arahan Presiden.

Ia menilai pemecahan rekor dunia tersebut bukan sekadar pencapaian personal, melainkan menjadi bentuk pengakuan terhadap kinerja Kementerian HAM dalam membangun kesadaran HAM di Indonesia.

"Kalau menurut saya, saya meyakini ini pengakuan dunia. Ini bukan pribadi saya. Artinya Kementerian HAM berprestasi dan kami tunjukkan dengan hasil hari ini," ujarnya.

Pigai berharap rekor Guinness World Records tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Menurutnya, capaian itu harus menjadi momentum untuk memperluas pendidikan HAM dan membangun kesadaran masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya meyakini suatu saat Indonesia akan menjadi champion (juara) dunia dalam konteks hak asasi manusia," katanya.

Penetapan rekor dunia tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat Guinness World Records kepada Menteri HAM Natalius Pigai.

Penyerahan sertifikat turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Administrasi Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) serta Kepala Pusat Pengembangan SDM Kementerian HAM.

Official Adjudicator Guinness World Records Aynee Toorabally mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bukti dan menilai pelaksanaan kegiatan sebelum mengonfirmasi rekor tersebut.

"Setelah memeriksa seluruh bukti dan menyelesaikan penilaian, saya dapat mengonfirmasi bahwa partisipasi ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya," katanya.

Aynee menjelaskan, rekor sebelumnya untuk kategori Pelajaran Hak Asasi Manusia Terbesar tercatat di Ekuador pada 2018.

Saat itu, kegiatan pendidikan HAM tersebut diikuti sebanyak 1.772 peserta. Jumlah tersebut kemudian berhasil dilampaui oleh rangkaian kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM yang diselenggarakan Kementerian HAM Republik Indonesia dengan total partisipasi sekitar 6.000 orang.

Capaian ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemegang rekor dunia baru dalam kategori pendidikan HAM dengan jumlah peserta terbesar. (*/E1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.