TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) disindir oleh warganya sendiri usai bantu korban gempa NTT.
KDM disindir dengan narasi, yang jauh didatangi tapi yang dekat dibiarkan.
Ini tersemat dalam video beredar di media sosial yang isinya menunjukan sejumlah warga yang menyampaikan keluhan.
Keluhan itu jua ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Barat.
Isinya mereka mengaku sebagai warga Desa Cidadap, Kampung Babakan Cisarua, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terkena musibah tahun 2025.
Disebut bahwa ada 46 kepala keluarga yang terdampak belum mendapat perhatian.
"Selama hampir 2 tahun terlunta-lunta," ucap seseorang di video yang beredar di media sosial tersebut.
Reaksi KDM
Melalui media sosial pribadinnya, KDM langsung merespons video tersebut, Minggu (23/8/2026).
KDM menyabut bahwa peristiwa dua tahun lalu tersebut mungkin masih belum di masa kepemimpinan KDM sebagai Gubernur.
"Bapak dan Ibu sudah menyampaikan keluhannya. Dan peristiwanya menurut Bapak 2 tahun yang lalu," ujar KDM.
"Tentunya sangat lama ya. Kepemimpinan saya baru berjalan 1,6 tahun," imbuhnya.
Dia mengaku bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Bupati Sukabumi.
Karena dia masih belum paham betul terkait musibah yang menimpa warga Cidadap Sukabumi ini.
"Saya tadi malam itu berkomunikasi dengan Bupati Kabupaten Sukabumi, menanyakan ini masalahnya apa," katanya.
"Nah, beliau rupanya juga kurang begitu paham," imbuh KDM.
Dedi pun meminta kepada Bupati Sukabumi apabila ada warga yang mendapat bencana longsor atau banjir, kehilangan tempat tinggal, diminta untuk menyiapkan tanah agar Pemprov bisa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah.
"Jadi saya sudah minta ke Pak Bupati, warga Cidadap, Kecamatan Simpenan ini untuk segera disiapkan tanahnya," katanya.
"Kalau tanahnya tersedia, nanti kami memberikan bantuan pembangunan rumahnya. Biasanya rumahnya rumah adat Sunda, nilai bantuannya Rp40 juta per rumah," kata Dedi Mulyadi.
Selanjutnya, masalah warga yang mengalami bencana dan rumahnya belum selesai, kata KDM, pihaknya juga sedang fokus untuk membantu pembangunan perumahan di Purwakarta,
Uangnya sudah disiapkan, dan Bupatinya juga sudah diminta menyiapkan tanahnya.
"Termasuk juga korban yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Kami juga minta Pak Bupati menyiapkan tanah penggantinya, dan kami siap membangunkan rumahnya," katanya.
"Begitu juga mereka yang tinggal di bantaran sungai di Desa Wadas, Karawang, kami meminta ke Pak Kades menyiapkan tanahnya, kami siap membangun rumahnya," kata KDM.
Kata Dedi, seluruh daerah yang mengalami masalah warga akibat dari bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membangun rumah-rumah warga melalui dana bantuan.
Dan ditargetkan dalam seminggu ini seluruh kebutuhan itu sudah ter-transfer ke rekening yang berhaknya masing-masing.
"Mohon maaf apabila kami belum bisa memberikan layanan yang terbaik untuk seluruh warga, dan mohon maaf juga apabila kami tidak mengetahui seluruh hal yang terjadi kalau tidak ada laporan dari para bupati, para camat, dan para kepala desanya. Hatur nuhun," ungkap KDM.