TRIBUNPADANG.COM, PADANG-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi memperkuat sinergi strategis dengan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia. Langkah ini diambil guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat karakter nasionalisme di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum DPP IKA Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro, beserta rombongan pengurus pusat di Istana Gubernur, Padang, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Solok Selatan Dorong Peluang Investasi Panas Bumi Lewat Ajang IIGCE 2026
Dilansir dari Humas Pemprov Sumbar pada Minggu (23/8/2026), pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk merancang berbagai program edukasi kebangsaan dan kepemimpinan yang menyasar para pelajar serta pemuda di wilayah Minangkabau.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengungkapkan bahwa Purnomo Yusgiantoro memiliki ikatan emosional dan sejarah yang sangat dekat dengan Sumatera Barat. Salah satu rekam jejak penting mantan Menteri Pertahanan tersebut adalah perannya dalam sejarah perjuangan bangsa di tanah Sumbar.
Mahyeldi menyebutkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan Monumen Bela Negara yang berdiri di Kabupaten Lima Puluh Kota dilakukan langsung oleh Purnomo Yusgiantoro. Monumen tersebut menjadi simbol penting kenangan perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.
Oleh karena itu, kehadiran jajaran IKA Lemhannas ke Padang dinilai bukan sekadar agenda organisasi biasa, melainkan bentuk napak tilas nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan momentum kebangsaan saat ini.
Gubernur Sumbar memaparkan bahwa pihak pemerintah daerah saat ini sedang mematangkan agenda besar Peringatan Hari Bela Negara. Rangkaian kegiatan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari 19 Desember hingga 15 Januari mendatang.
Menurut Mahyeldi, peringatan Hari Bela Negara tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial tahunan belaka. Pemprov Sumbar menginginkan agar seluruh rangkaian acara diisi dengan penanaman nilai perjuangan secara kontekstual kepada generasi Z dan Alpha.
Melalui pendekatan historis yang edukatif, anak-anak muda diharapkan mampu memahami pengorbanan para pejuang terdahulu sehingga memiliki rasa bangga dan rasa memiliki yang tinggi terhadap NKRI.
Lebih lanjut, Mahyeldi menegaskan betapa krusialnya posisi Sumatera Barat dalam lembaran sejarah kedaulatan Indonesia. Daerah ini pernah menjadi juru selamat Republik saat Agresi Militer Belanda II berkecamuk.
Ketika Jakarta dikuasai musuh serta Soekarno dan Hatta ditawan, masyarakat Sumatera Barat bersama para tokoh pejuang mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Eksistensi PDRI inilah yang menyuarakan ke dunia internasional bahwa Indonesia belum runtuh.
Perjuangan bergerilya mempertahankan PDRI yang berlangsung selama 207 hari melintasi belantara Sumbar hingga Riau menjadi bukti nyata ketangguhan para pendahulu dalam menjaga panji-panji kedaulatan bangsa.
Baca juga: Gelombang Tinggi di Padang, Tangkapan Nelayan Merosot hingga 60 Persen
Agar warisan sejarah tersebut tidak pudar ditelan zaman, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus mendorong penguatan materi sejarah lokal di sekolah-sekolah. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dengan memanfaatkan situs bersejarah sebagai media belajar luar ruangan.
Situs-situs peninggalan PDRI dan Monumen Bela Negara diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi wajib bagi para siswa. Langkah ini diharapkan membuat pembelajaran nilai-nilai kebangsaan menjadi lebih hidup dan berkesan.
Dalam skema ini, Pemprov Sumbar memandang IKA Lemhannas sebagai mitra yang sangat pas untuk menyusun modul maupun konsep pelatihan kepemimpinan berwawasan kebangsaan bagi pelajar.
Di hadapan Prof. Purnomo dan rombongan, Mahyeldi juga menceritakan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan di Lemhannas pada tahun 2012 lalu, sewaktu ia masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang.
Menurutnya, kawah candradimuka Lemhannas memberikan pembekalan yang sangat komprehensif bagi para pejabat publik. Pembelajaran di Lemhannas melatih cara berpikir strategis lewat diskusi intensif, penulisan gagasan, hingga presentasi pemikiran ketahanan nasional.
Ia menekankan bahwa pembekalan semacam itu sangat krusial mengingat para kepala daerah di Indonesia berangkat dari latar belakang profesi yang sangat beragam, sehingga membutuhkan pemahaman geopolitik dan wawasan kebangsaan yang setara.
Selain menggandeng IKA Lemhannas, Pemprov Sumbar juga menyiapkan strategi pelibatan alumni Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Para purna-Paskibraka ini akan diterjunkan langsung ke lingkungan sekolah.
Mereka diproyeksikan menjadi mentor sebaya bagi para pelajar untuk menanamkan disiplin, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Pendekatan antargenerasi muda ini dinilai lebih efektif dan mudah diterima oleh siswa.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu membentengi generasi muda Sumatera Barat dari ancaman krisis identitas, paparan radikalisme, dan degradasi moral di era digital.
Pertemuan di Istana Gubernur ini juga digandengkan dengan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IKA Lemhannas Provinsi Sumatera Barat. Mahyeldi menyambut hangat Rakerda tersebut dan berharap forum alumni menghasilkan terobosan nyata.
Hasil rancangan program kerja IKA Lemhannas Sumbar diharapkan langsung dapat disinergikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya yang membidangi pendidikan, kesatuan bangsa, dan kepemudaan.
Kolaborasi ini ditargetkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin muda dari Sumatera Barat yang berintegritas dan berwawasan Nusantara.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas penyambutan hangat dari Gubernur dan jajaran Pemprov Sumbar.
Purnomo menyatakan bahwa kedatangan pengurus pusat ke Padang adalah bentuk komitmen untuk memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah melalui pelaksanaan Rakerda.
Ia berharap hubungan harmonis antara IKA Lemhannas dan Pemprov Sumbar terus terjalin erat, sehingga IKA Lemhannas daerah dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai jembatan aspirasi dan pemikiran strategis antara daerah dan pusat.
Silaturahmi resmi tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri oleh berbagai unsur pejabat dan tokoh masyarakat Sumatera Barat. Tampak hadir Ketua Bunda PAUD Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar.
Hadir pula Ketua IKA Lemhannas Provinsi Sumbar Nasfrizal Carlo, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Fauzi Bahar, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dan pengurus DPP IKA Lemhannas RI.
Kehadiran para tokoh adat, akademisi, dan pejabat daerah ini makin mempertegas dukungan bulat terhadap upaya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di Sumatera Barat.