SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kronologi kecelakaan maut, mobil SUV menabrak seorang pekerja event yang sedang mengangkut muatan barang ke dalam truk boks di depan Alun-alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Genteng, Surabaya, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 03.39 WIB, terungkap.
Akibat kecelakaan itu, seorang pekerja event berinisial RPK (25) warga Wonosari, Kenjeran, Surabaya, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara pengemudi mobil SUV yang menabrak korban diamankan polisi setelah sempat dikepung warga.
Pengemudi penabrak yang diketahui merupakan seorang perempuan dengan rambut dicat pirang itu diketahui masih sempat adu mulut dengan warga, dan videonya viral.
Belum diketahui apakan perempuan itu mengemudi dalam kondisi masbuk atau tidak.
Baca juga: Jambret Bersenjata Pisau Keok Disergap Warga di Jalan Ngagel Surabaya, Lemas dan Pasrah
Pengemudi mobil SUV warna putih Mitsubishi Outlander bernopol L-1049-OO seorang wanita berinisial ENR (32) warga Ngagel Jaya Selatan, Barata Jaya, Gubeng, Surabaya.
Pengemudi mobil itu segera diamankan ke Mapolsek Genteng karena sempat terlibat adu mulut dengan warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan video yang beredar, tampak kondisi mobil warna putih yang dikemudikan ENR ringsek pada bagian moncongnya.
Pengemudi mobil itu juga terekam terlibat adu mulut dengan belasan orang warga yang berkerumun di dekat lokasi.
Menurut kakak kandung korban, Rachmat Candra (33), insiden kecelakaan yang menimpa adiknya bermula saat mobil warna putih diduga sempat terlibat insiden tabrakan dengan sebuah mobil taksi listrik online bernopol L-1611-UG di sekitar Taman Apsari.
Bukannya berhenti, mobil putih itu diduga malah berusaha kabur menjauh dari lokasi kejadian tabrakan dengan taksi, hingga dikejar oleh pengendara lain.
Mobil putih itu melaju di Jalan Gubernur Suryo lalu bermanuver ke lajur sisi kiri jalan dan mendadak kehilangan kendali.
Mobil itu berakhir menabrak bodi belakang truk boks yang berhenti di bahu jalan untuk proses pengangkutan muatan barang.
Saat itu, korban RPK dalam posisi berdiri di belakang truk boks.
Tubuh korban RPK terkena hantaman mobil SUV hingga mengalami luka parah di dada serta kepala, lalu meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Mobil awalnya tabrakan dengan Green Taxi di Taman Apsari. Dikejar warga sampai di lokasi akhirnya nabrak adik saya yang sedang memasukkan alat-alat event ke pickup. Pelaku malah marah-marah dan bilang kalau gak lihat. Padahal ada truk, pickup, truk yang berjajar," ujar Candra saat dihubungi SURYA.CO.ID pada Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Tabrakan Maut Supra vs Ninja di Diponegoro Surabaya, Warga Magelang Tewas Akibat Langgar Rambu
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti menerangkan pihaknya tiba di lokasi pukul 03.42 WIB untuk melakukan pengecekan awal di TKP.
Setibanya di lokasi, korban sudah dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya menggunakan kendaraan rekan korban.
Pengemudi ENR diamankan ke Polsek Genteng menggunakan mobil patroli karena situasi lokasi tidak kondusif, sementara kendaraan yang terlibat diamankan Mako Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya.
Jenazah RPK dievakuasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk divisum sebelum dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada Minggu pagi.
Sedangkan pengemudi mobil putih, ENR dibawa anggota polisi untuk dimintai keterangan di Mapolsek Genteng sebelum menjalani pemeriksaan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya.
Mewakili pihak keluarga besar, Candra berharap polisi mengusut secara tuntas kasus kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya.
"Saya cuma mau kasus ini di usut tuntas. Bukan cuma menghilang tanpa jejak. Pelaku harus di hukum setimpal. Nyawa adek saya yang sedang kerja cari nafkah harus pergi. Adek saya pamit untuk bekerja tapi pulang dalam keadaan tak bernyawa," ungkap Candra.
Baca juga: Kronologi Maling Motor Perempuan Asal Surabaya, Aksi Di Lamongan Tertangkap Warga
Candra mengenang adiknya sebagai sosok yang baik, bersahabat, dan penyayang keluarga.
Mengenai sosok sang adik. Candra mengungkapkan, RPK dikenal sebagai pribadi yang baik, bersahabat dan penyayang keluarga. Ia tak menyangka sang adik bakal mendahuluinya begitu cepat menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
"Adik belum ada setahun bekerja di Wings. Ssmua orang jika ditanya pasti jawab adik saya adalah orang baik. Semuua orang tau kami pasti bilang kami orang baik," katanya.
Terakhir kali ia berkomunikasi dengan sang adik, adalah beberapa hari lalu. Candra yang sedang bekerja di luar negeri memberi kabar kepada sang adik melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa dirinya sudah sampai Negara Prancis.
Lalu, sang adik melontarkan pesan candaan yang membuatnya tertawa dan bakal menjadi candaan terakhir sang adik kepadanya.
Yakni, sang adik mengira bahwa dirinya bakal bertemu dengan Masour Ousmane Dembélé.
Dembélé adalah seorang striker sepak bola profesional asal Negara Prancis yang bermain di posisi sayap untuk Tim Nasional Prancis dan klub Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG).
"Terakhir WA saya itu saat saya sampai di Prancis 'COD karo Dembele tah mas?'. Dan itu candaan terakhir dia," pungkasnya.