Imbauan BPBD Minahasa dan Basarnas Sulut Usai Ada Orang Tenggelam di Pantai Tuturuga Ranowangko II
Indry Panigoro August 24, 2026 02:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Ditemukannya Kenzy Lengkong (17), remaja asal Tomohon yang terseret arus laut di Pantai Tuturuga, Ranowangko II, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), merupakan hasil kerja keras banyak pihak.

BPBD Minahasa menjadi salah satu unsur yang terlibat dalam pencarian sejak menerima kabar empat remaja terseret arus di kawasan pantai tersebut.

Pantai Tuturuga yang berada di wilayah Ranowangko II merupakan salah satu kawasan wisata perairan di Minahasa. Kondisi arus dan ombak yang dapat berubah menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh pengunjung maupun pengelola wisata.

Dalam pencarian tersebut, BPBD Minahasa bersama Basarnas dan sejumlah unsur terkait terus melakukan penyisiran hingga Kenzy akhirnya berhasil ditemukan pada Minggu (23/8/2026).

Shandro Mogot Kepala BPBD Minahasa mengatakan, penanganan bencana orang hilang akibat tenggelam di pantai Tuturuga merupakan koordinasi yang sangat baik.

"Sinergitas, kolaborasi dari stakeholder, baik kami dari Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui BPPD, Basarnas, dan unit pos TNI Angkatan Laut, serta Koramil dan Polsek, bahkan unsur yang ada," jelasnya.

Bentuk kerjasama dalam pencarian orang hilang ini sangat penting.

"Maka tentunya melalui Pemerintah Kabupaten Biasa, Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Minahasa tentunya turut berduka cita atas meninggalnya korban dari tenggelam di pantai," jelas dia.

Untuk itu, pemerintah juga berharap kepada pelaku-pelaku usaha untuk senantiasa menjaga keamanan dari para pengunjung yang ada di lokasi-lokasi wisata seperti yang ada di Pantai Tuturuga.

"Agar supaya memitigasi akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

BPBD Minahasa juga sering mengimbau kepada pelaku-pelaku usaha untuk senantiasa memberikan imbauan berupa baliho-baliho ataupun informasi-informasi terkait dengan tempat-tempat wisata yang digunjungi oleh orang-orang tentunya.

Sementara itu, George Mercy Randang Kepala Basarnas Sulawesi Utara juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di bidang pariwisata agar lebih intensif melakukan pengawasan terhadap pengunjung, khususnya di lokasi wisata perairan.

Selain itu, para pengelola wisata diharapkan membekali petugas dengan pengetahuan dan keterampilan Search and Rescue (SAR), khususnya Bantuan Hidup Dasar (BHD), sehingga dapat memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika terjadi kondisi darurat sebelum Tim SAR tiba di lokasi.

“Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, kami mendorong seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi petugasnya dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar George Mercy Randang. (AMG)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.