TERPOPULER KALSEL : Menhut ke Banjarbaru, Kebakaran di Banjarmasin dan Lomba Tangkap Ikan Sapu-sapu
M.Risman Noor August 24, 2026 07:51 AM

Cukup mengejutkan hasil didapat, sebanyak 1,2 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap warga secara gotong royong.

Baca juga: Pemeliharaan Jaringan, Pemadaman Listrik Senin 24 Agustus 2026 Terjadi di Binuang

Baca juga: Berawal dari Hobi, Rahman Manew Seorang Guru di HST Kini Miliki Bisnis Sepeda Modifikasi

  1. Geger Kebakaran di Pemurus Baru

Warga kawasan Gang Ridho, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, digegerkan dengan insiden kebakaran, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 05.30 Wita.

Kobaran api diperkirakan mulai membesar sesaat setelah kumandang azan subuh. Kemunculan api yang relatif cepat membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Menerima informasi tersebut, petugas pemadam kebakaran gabungan bersama puluhan unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) berbondong-bondong menuju lokasi kejadian.

Upaya pemadaman sempat menemui kendala di lapangan lantaran posisi bangunan yang terbakar berada di dalam gang sempit serta berlokasi di kawasan pemukiman padat penduduk.

Meskipun dihadapkan pada akses yang terbatas, para relawan dan petugas terus berjibaku mengarahkan selang air dan melakukan penyemprotan secara masif ke titik yang diduga menjadi awal sumber api.

Adapun kobaran api berhasil dikuasai. Meski demikian, tim pemadaman di lokasi masih terus melakukan proses pembasahan guna memastikan tidak ada sisa-sisa bara api.

2.Menhut Raja Juli Tinjau Karhutla

Jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan kembali meningkat setelah disebut sempat turun signifikan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni mengatakan, berdasarkan data Sipongi, hotspot Kalsel turun dari 157 titik menjadi hanya 11 titik pada Sabtu (22/8) pukul 21.00 Wita. Namun, beberapa jam kemudian jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik.

“Data tercatat pada Minggu pukul 06.00 Wita ada 44 hotspot,” ujar Raja Juli di sela meninjau lokasi karhutla di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Minggu (23/8).

Menurut Raja Juli, kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kalsel masih membutuhkan kewaspadaan tinggi. Terlebih, September diperkirakan menjadi puncak El Nino yang berpotensi membuat kondisi lahan bertambah kering dan sumber air makin terbatas.

Menhut mengatakan, sejumlah sumber air yang sebelumnya telah disiapkan mulai berkurang akibat kekeringan. “Karena memang kekeringan yang luar biasa, sumur bor-sumur bor yang sudah ada pun ternyata kurang dalam,” ujarnya.

Ia menyatakan kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada bulan depan.

Raja Juli mengatakan pemerintah mulai memetakan kembali lokasi yang dapat menjadi sumber air untuk mendukung operasi pemadaman.

BPBD Kalsel diminta menjadi leading sector untuk mencatat dan memetakan titik-titik sumber air yang masih dapat digunakan.

Selain penanganan darat, operasi udara juga diperkuat. BNPB dilaporkan menambah dukungan helikopter untuk water bombing di Kalsel. Sebelumnya, operasi water bombing telah dilakukan untuk membantu menekan titik panas di sejumlah wilayah Kalsel.

Diketahui, setelah Sabtu (22/8) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali dan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Pol Fadil Imran datang ke Kalsel memantau karhutla, kemarin giliran Raja Juli Antoni datang meninjau.

Dalam pemantauan di lokasi yang tepat di belakang permukiman warga, Kompleks Perumahan Aero Sinergia, kondisi api di permukaan lahan telah padam. Namun, asap masih terlihat keluar dari sejumlah titik di area bekas terbakar.

Menhut menyebut meski api di permukaan tampak padam, lahan gambut masih menghasilkan banyak asap karena pembakaran tidak sempurna, sehingga potensi api kembali menyala sangat tinggi.

Raja Juli menambahkan, saat ini ada penambahan 1 helikopter water bombing dari Riau untuk membantu proses penanganan karhutla di Kalsel.

3. Lomba Menangkap Ikan Sapu-sapu

Warga di kawasan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI dengan lomba menangkap ikan sapu-sapu di sungai.

Perlombaan menangkap salah satu ikan invansif yang ada di Sungai Kemuning Banjarbaru itu diikuti ratusan peserta warga setempat.

Mulai dari menangkap dengan tangan kosong hingga menggunakan alat tangkap seperti jaring angkat hingga jaring serok. 

Dari kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) tersebut, total ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning yang berhasil ditangkap mencapai 2.418,8 kilogram atau sekitar 2,4 ton.

Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah, mengatakan, pemilihan lomba menangkap ikan sapu-sapu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI bukan tanpa alasan. 

Menurutnya, perlombaan ini bertujuan mengajak masyarakat melihat sungai sebagai bagian penting dari lingkungan yang harus dijaga secara bersama-sama.

“Kami memilih kegiatan menangkap ikan sapu-sapu karena ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sungai merupakan bagian penting dari lingkungan kita yang harus dijaga bersama,” katanya. 

Selain itu, lanjut Firmansyah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat Kecamatan Banjarbaru Selatan melalui semangat gotong royong.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama turun langsung ke sungai, membersihkan lingkungan sekaligus menangkap ikan sapu-sapu yang merupakan ikan invasif yang keberadaannya perlu dikendalikan. 

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat kemerdekaan kita maknai dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.