Adu Kuat Kas Daerah: Menimbang Kedigdayaan Gerbang Pasifik Jayapura vs Kota Transit Lubuklinggau
Yandi Triansyah August 24, 2026 08:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Di gerbang paling timur Indonesia, Kota Jayapura berdiri megah sebagai pusat pemerintahan sekaligus pintu perdagangan internasional di Samudra Pasifik.

Kekayaan potensi kelautan dan keindahan pariwisata bahari menjadi modal utama benteng ekonomi Papua ini.

Sebaliknya, di bagian barat Nusantara, Kota Lubuklinggau di Sumatera Selatan memegang peranan tak kalah vital, hub jasa, perdagangan regional, dan kota transit paling strategis di Jalur Lintas Sumatera.

Meski terpisah samudra dan pulau, kedua kota ini sama-sama mengandalkan posisi geografis strategis untuk memutar roda perekonomian daerah.

Namun, bagaimana performa riil penerimaan Kas Daerah dari masing-masing kota?

Jayapura menunjukkan kapasitas ruang fiskal yang cukup gemuk. Dengan target PAD Rp311 miliar, kota ini telah membukukan realisasi sebesar Rp186 miliar.

Sektor pajak daerah menjadi mesin utama penyumbang pendapatan Jayapura dengan sumbangan dominan mencapai Rp151 miliar, disokong retribusi daerah sebesar Rp17 miliar.

Sementara itu, Kota Lubuklinggau mematok target PAD sebesar Rp162 miliar tahun ini, dengan capaian realisasi hingga Agustus menyentuh Rp68 miliar.

Berbeda dengan Jayapura yang sangat bergantung pada pajak, struktur penerimaan Lubuklinggau mengandalkan kombinasi pajak daerah sebesar Rp37 miliar serta pos lain-lain PAD yang sah yang mencapai Rp26 miliar.

Perbandingan ini mempertegas perbedaan karakter ekonomi kedua wilayah: Jayapura memanfaatkan status port city internasionalnya untuk mendulang pajak usaha dan jasa secara masif, sedangkan Lubuklinggau terus memicu optimalisasi potensi transit antarprovinsi guna memperkuat kemandirian fiskalnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.