TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugrogo mengatakan kualitas udara yang menurun akibat kabut jadi pertimbangan untuk mengambil kebijakan untuk meniadakan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah.
Pembelajaran tatap muka mulai Senin (24/8/2026) ditiadakan dan menggantinya dengan pembelajaran secara daring.
kebijakan belajar daring ini bagi peserta didik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Agung Nugroho menyampaikan bahwa pemerintah kota sudah menerbitkan surat edaran melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
"Kami memutuskan bahwa hari ini pembelajaran daring atau jarak jauh," paparnya kepada Tribunpekanbaru.com.
Menurutnya, pembelajaran daring ini berlangsung hingga kondisi kualitas udara membaik. Ia menyebut bahwa pemerintah kota bakal memantau kondisi kualitas udara pada, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Breaking News: Kualitas Udara Memburuk, Pembelajaran Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring
Baca juga: Ortu di Pekanbaru Terima Info Sekolah Dialihkan Daring, Diminta Batasi Aktivitas Anak di Luar Rumah
"Kita akan pantau kondisinya besok, semoga pada Rabu besok, anak-anak bisa kembali ke sekolah," ujarnya.
Sebelumnya, Agung Nugroho menggelar rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta BMKG hingga Senin dinihari.
Ia menyebut BMKG mendapati masih banyak titik api sehingga meningkatkan konsentrasi partikulat dalam kategori sangat tidak sehat.
Pada kesempatan itu, BMKG juga menyampaikan bahwa asap yang menyelimuti kota berasal dari sejumlah daerah. Ada yang berasal dari Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar.
Asap juga berasal dari Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Kondisi ini karena angin yang mengarah dari Selatan menuju Utara sehingga berkumpul di wilayah Riau.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)