Malam Panjang Polsek Gunung Malela Menyisir Titik Rawan, Geng Motor Diburu
Arjuna Bakkara August 24, 2026 09:55 AM

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN-Lampu biru kendaraan patroli polisi bergerak dari satu titik ke titik lain di wilayah Gunung Malela, Simalungun, Sabtu malam (22/08/2026). Tidak ada razia besar-besaran. 

Polisi memilih menyisir jalan-jalan yang dianggap rawan, terutama tempat yang berpotensi menjadi arena geng motor, balap liar, dan kejahatan jalanan.

Patroli dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dan berlangsung hingga malam beranjak pagi.

Personel Polsek Gunung Malela mendatangi sejumlah titik, antara lain Gang Sukur Nagori Karang Sari, Huta V Nagori Dolok Marlawan, Kompleks Meranti Land di Jalan Asahan, Simpang Bah Jambi Nagori Bangun, Jalan Sangnawaluh Nagori Pamatang Simalungun, Jalan Asahan Kilometer 4 Huta I Nagori Pantoan Maju, Nagori Karang Bangun hingga Jalan Bulang Nagori Pamatang Simalungun.

Polisi datang bukan untuk menunggu kejahatan terjadi. Patroli itu diarahkan sebagai pencegahan di jam-jam ketika jalan mulai lengang dan potensi gangguan keamanan meningkat.

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan mengatakan patroli menyasar sejumlah bentuk kejahatan jalanan, mulai dari pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, premanisme hingga balap liar.

Personel bergerak secara mobile. Mereka tidak menetap di satu lokasi, melainkan berpindah dari titik yang satu ke titik lainnya untuk memperluas pengawasan.

Hasilnya malam itu nihil temuan. Polisi tidak mendapati aktivitas geng motor, balap liar, premanisme maupun pelaku kejahatan jalanan sebagaimana sasaran patroli.

“Dari hasil patroli yang kami laksanakan, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Gunung Malela dalam keadaan aman dan terkendali,” kata Hengky.

Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Hengky. Ia didampingi Perwira Pengawas Iptu R. Junaidi, Kepala SPKT Aiptu RH. Sirait, Bintara SPKT Aiptu Wibowo AP, serta dua personel Reskrim, Aipda Hanafi dan Aipda I. Siahaan.

Meski tidak menemukan pelaku atau kelompok yang menjadi sasaran, polisi tidak menganggap patroli itu selesai sebagai pekerjaan rutin. Menurut Hengky, patroli justru akan terus digelar untuk mencegah gangguan sebelum terjadi.

Geng motor dan balap liar, kata dia, menjadi salah satu perhatian karena aktivitas tersebut kerap menimbulkan keresahan, terutama pada malam hari.

Karena itu, polisi juga meminta orang tua ikut mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja pada malam hari. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mencegah mereka terlibat dalam kegiatan yang berujung pada pelanggaran hukum.

“Patroli Blue Light dan pemberantasan geng motor akan terus kami laksanakan secara rutin sebagai langkah antisipatif, bukan semata menunggu adanya laporan kejadian,” ujar Hengky.(Jun-tribun-medan.com).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.