Reaksi Al Ghazali Saat El Rumi Dikaitkan dengan Isu Pelecehan Seksual Inisial EJR
Tita Rumondor August 24, 2026 10:46 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Nama El Rumi, putra kedua dari pasangan Maia Estianty dan Ahmad Dhani, tengah menjadi sorotan setelah muncul isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Perbincangan tersebut bermula dari unggahan sebuah akun anonim di Threads yang menuliskan inisial "EJR".

Dalam unggahan itu, pemilik akun menuding seseorang dengan inisial tersebut terlibat dugaan pelecehan seksual serta disebut mengonsumsi zat THC menggunakan perangkat vape.

Unggahan tersebut kemudian memicu dugaan warganet yang mengaitkan inisial "EJR" dengan El Jalaluddin Rumi atau El Rumi.

Di tengah ramainya isu tersebut, Al Ghazali, kakak El Rumi, belum memberikan tanggapan mengenai tudingan yang beredar.

Sikap bungkam itu terlihat ketika Al Ghazali ditemui awak media setelah meraih posisi juara pertama kategori pria dalam ajang Celebrity Go Kart Race di Sentul International Karting Circuit, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: El Rumi Terseret Isu Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum Suami Syifa Hadju Buka Suara

Usai perlombaan, Al Ghazali terlihat meninggalkan kawasan parkir bersama sejumlah orang. Ia masih sempat menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan wartawan.

Namun, situasi berubah ketika pertanyaan mulai diarahkan pada isu dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama El Rumi.

Al Ghazali terlihat tidak memberikan jawaban dan memilih mempercepat langkah menuju kendaraan. Suami Alyssa Daguise tersebut kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.

Kronologi El Rumi Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Isu yang mengaitkan El Rumi dengan dugaan pelecehan seksual berawal dari sebuah unggahan di Threads milik akun @ajsbsbwas.

Pengguna akun tersebut mengaku pernah mengalami kejadian traumatis yang melibatkan seorang figur publik muda dengan inisial EJR.

Unggahan itu tidak secara langsung menyebut nama El Rumi.

Namun, setelah cerita tersebut tersebar luas, warganet mulai menghubungkan inisial EJR dengan putra Maia Estianty dan Ahmad Dhani tersebut.

Kendati demikian, informasi yang beredar hingga saat ini masih berupa tuduhan yang disampaikan melalui media sosial.

Belum ada kepastian atau putusan hukum yang membuktikan tudingan tersebut.

Dalam rangkaian unggahannya, pemilik akun menyampaikan bahwa cerita tersebut dibagikan bukan dengan tujuan memperoleh perhatian publik.

Ia mengaku ingin menyampaikan pengalaman yang dianggap sebagai bentuk ketidakadilan sekaligus mengungkap trauma yang dialaminya.

Berikut kronologi yang dituliskan pemilik akun:

Pertemuan di Senayan

Pemilik akun mengungkapkan, kejadian bermula ketika dirinya bertemu dengan sosok berinisial EJR bersama seorang teman berinisial NB.

Mereka disebut menghabiskan waktu di kawasan Senayan, tepatnya di Blackpond Senayan, sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah pertemuan tersebut selesai, mereka kemudian beranjak ke kediaman EJR di kawasan Pondok Indah.

Diduga Dicekoki Asap Vape Mengandung THC

Dalam perjalanan, EJR disebut awalnya menawarkan diri untuk mengantar korban pulang.

Namun, menurut cerita yang diunggah, perjalanan tersebut justru menjadi awal dari kejadian yang kemudian membuat korban kehilangan kendali atas tubuhnya.

Korban mengaku EJR meniupkan asap vape berkali-kali ke arah mulutnya dan meminta dirinya menghirup asap tersebut.

"Saat itu, korban sama sekali tidak menyadari bahwa vape tersebut mengandung THC (Tetrahydrocannabinol), yakni senyawa psikoaktif utama dalam tanaman ganja yang dapat memengaruhi fungsi otak dan kesadaran," tulis pemilik akun tersebut.

Setelah menghirup asap vape itu, korban mengaku mengalami perubahan kondisi secara drastis.

Ia menyebut tubuhnya terasa mati rasa, sulit membuka mata, kesulitan berjalan hingga merasa kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Korban juga mengklaim kondisi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh NB yang menyebut vape tersebut sebagai "dosis gorilla".

Dugaan Pelecehan Seksual di Kediaman EJR

Setelah kondisi tubuhnya melemah, korban mengaku tiba di kediaman EJR di kawasan Pondok Indah.

Ia sempat meminta izin ke toilet karena merasa sangat mual.

Namun setelah itu, korban mengaku ingatannya mulai hilang dan timbul.

Dalam kondisi setengah sadar dan tidak berdaya, korban menuding EJR melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya.

"Pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya. Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan," tulis korban.

Terbangun Pukul 03.00 WIB dan Memilih Pulang

Korban kemudian mengaku terbangun sekitar pukul 03.00 WIB setelah ibunya mencari keberadaannya.

Dalam kondisi panik, ia memilih segera pulang.

Menurut pengakuannya, EJR sempat meminta korban untuk menginap agar keesokan harinya bisa diantar pulang ketika kondisinya sudah pulih.

Namun, korban tetap memilih memesan taksi karena khawatir orang tuanya terus mencarinya.

Ia mengaku kondisi tubuhnya saat itu belum sepenuhnya normal dan kesadarannya baru pulih sekitar 3 hingga 8 persen.

Saat mengantar korban ke depan rumah untuk naik taksi, EJR disebut sempat berpesan kepada sopir agar berhati-hati.

Mengaku Menyimpan Bukti

Dalam perjalanan pulang menggunakan taksi, korban mengaku langsung menghubungi NB melalui WhatsApp untuk menceritakan apa yang dialaminya.

Percakapan tersebut diklaim menjadi salah satu bukti yang disimpan korban.

Selain itu, korban menyebut orang tuanya juga mengetahui kondisi dirinya saat tiba di rumah.

Ia mengaku mengalami trauma berat setelah kejadian tersebut hingga harus beberapa kali berkonsultasi dengan psikiater. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.