Liputan6.com, Jakarta - Pengemudi perlu waspada jika pedal rem mobil terasa bergetar saat diinjak. Meski terkadang dianggap sebagai gangguan kecil, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman yang perlu segera diperiksa.
Rem merupakan salah satu komponen paling vital pada kendaraan karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara. Oleh karena itu, munculnya getaran saat pengereman sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
Salah satu penyebab utama yang perlu diperhatikan adalah kondisi piringan rem (brake disc) yang permukaannya sudah tidak rata. Ketika kampas rem menjepit piringan yang bergelombang, proses pengereman akan menghasilkan getaran yang merambat hingga ke pedal. Selain itu, tingkat keausan kampas rem dan kebersihan komponen pengereman juga turut memengaruhi kinerjanya.
Dilansir dari laman resmi Toyota, Senin (24/8/2026), berikut beberapa penyebab yang membuat rem mobil terasa bergetar beserta komponen yang wajib diperiksa.

Piringan Rem Tidak Rata:
Permukaan piringan yang tidak presisi membuat gesekan dengan kampas rem tidak berlangsung sempurna sehingga menimbulkan getaran saat pedal diinjak.
Kampas Rem Menipis:
Kampas rem yang sudah aus memengaruhi kinerja pengereman dan biasanya disertai munculnya suara decitan atau gesekan logam.
Penumpukan Debu dan Kotoran:
Residu hasil gesekan komponen yang menumpuk di sekitar cakram dan kaliper dapat mengganggu responsivitas sistem pengereman.
Volume Minyak Rem Berkurang:
Penurunan drastis pada volume minyak rem menandakan adanya potensi kebocoran atau masalah teknis lain pada jalur pengereman.

Ketika gejala rem bergetar mulai terasa, pemilik mobil disarankan untuk segera memeriksa beberapa bagian berikut:
Mengingat rem berhubungan langsung dengan keselamatan, segera bawa mobil ke bengkel resmi atau teknisi terpercaya ketika muncul getaran, suara asing, atau perubahan karakter pada pedal rem. Deteksi dini pada piringan, kampas, kaliper, dan minyak rem sangat efektif mencegah risiko kerusakannya meluas ke komponen lain.