Laporan Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Presenter kondang Ruben Onsu tengah menghadapi masa-masa berat dalam hidupnya.
Di tengah statusnya yang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana sebesar Rp3,5 miliar dengan korban berinisial DM, Ruben ternyata menyimpan cerita pelik di balik masalah keuangannya.
Eks suami Sarwendah Tan ini mengaku mengalami kerugian Rp 100 Miliar akibat ulah karyawannya.
Baca juga: Warganet Desak Televisi Boikot Ruben Onsu Usai Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Pihak Kuasa Hukum
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan Ruben sedang mengalami krisis sejak tahun 2024 akibat dikhianati oleh orang terdekat atau karyawannya sendiri yang melakukan pencurian aset perusahaan secara besar-besaran.
"Ada satu peristiwa yang membuat perusahaan Ruben tidak berjalan dengan baik karena ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang dia percaya. Ruben dikhianati," kata Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Jumat (21/8/2026).
Minola menyebutkan bahwa oknum karyawan tersebut membobol kartu kredit, mencuri data, serta aset perusahaan, yang membuat kerugian total Ruben hampir menyentuh angka Rp100 miliar.
"Ada pembobolan kartu kredit, kemudian pencurian aset dan data. Kalau menurut perhitungan Ruben, kerugian itu hampir mencapai 100 miliar. Karyawannya lari begitu saja meninggalkan kewajiban-kewajiban yang akhirnya harus ditanggulangi oleh Ruben," ucap Minola.
Meskipun pelaku sudah dilaporkan ke polisi dan kini berada di dalam tahanan, kerugian fantastis tersebut membuat arus kas perusahaan dan keuangan pribadi Ruben terguncang hebat, sehingga kesulitan membayar kewajiban utangnya—termasuk kepada pelapor DM.
"Kerugiam besar inilah yang harus Ruben tutupi. Ketika ruginya 100 miliar, itu bukan waktu yang mudah untuk merecoverynya," ungkap Minola.
Beban hidup Ruben semakin bertambah karena proses perceraiannya dengan Sarwendah membuat dirinya tidak memiliki kebebasan penuh menggunakan aset properti pribadi untuk melunasi kewajiban tersebut, ditambah tanggungan nafkah dan cicilan rumah.
"Ini yang membuat Ruben sedih. Dia bekerja keras selama ini, ada beberapa aset yang dia beli dari keringatnya sendiri. Tapi karena peristiwa perceraian tersebut, dia tidak memiliki otoritas dan kebebasan untuk menggunakan aset-asetnya sebagai alat membayar kewajiban," jelas Minola.
Tersangka Penipuan
Sebelumnya, Ruben Onsu resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan oleh Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (20/8/2026).
Kasus ini bermula dari laporan seorang pria berinisial P ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 22 Agustus 2025 lalu.
Dalam laporannya, Ruben Samuel Onsu (RSO) dituduh menawarkan investasi kepada korban DM untuk usahanya. Korban yang tertarik kemudian menyetorkan sejumlah modal dengan janji pembagian keuntungan.
Namun, hingga batas waktu yang disepakati, keuntungan tak kunjung didapat dan modal investasi tidak dikembalikan, yang berujung pada laporan kepolisian.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menjelaskan proses hukum yang menjerat Ruben telah berlangsung lama sebelum akhirnya ditetapkan tersangka.
"Beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara. Peserta gelar sepakat terhadap terlapor saudara RSO (Ruben Samuel Onsu) statusnya dialihkan sebagai tersangka. Kemudian dibuatkan surat penetapan sebagai tersangka," kata Joko Adi Wibowo ketika ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Menanggapi status barunya, Ruben Onsu akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan permohonan maaf serta komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Ruben juga menjelaskan kesulitan yang dihadapinya saat mencoba mengumpulkan data dan bukti pembelaan di tengah keterbatasan akses dan mantan karyawan yang sulit dihubungi.
"Namun, karena beberapa orang yang sebelumnya bekerja bersama saya sudah tidak bekerja lagi dan sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban, saya berusaha mencari dan mengumpulkan bukti-bukti tersebut satu per satu dengan akses yang sangat terbatas. Tujuannya agar dapat melengkapi dan melampirkan keterangan saya. Ini bukan bermaksud untuk membenarkan diri," tambahnya.
Meski diterpa masalah hukum, Ruben menegaskan niat baiknya untuk tetap bertanggung jawab.
"Apa yang terjadi menjadi pembelajaran bagi saya. Saya tetap bertanggung jawab dan berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang baïk dan kekeluargaan," tulis Ruben Onsu.