TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di halaman Kantor BPP IP Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Ratusan warga pemulung mengikuti berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan dalam kegiatan bertema “Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Hebat”.
Tak sekadar menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga pemulung untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi dengan pekerja, aktivis serta berbagai elemen masyarakat.
Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly D. Lengkong, mengatakan perayaan kemerdekaan harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga pemulung.
Menurutnya perlombaan menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita para pemulung. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan persatuan mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (24/8/2026).
Pris menilai momentum HUT Kemerdekaan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Aktivis 98 Resolution Network Rahman Toha Budiarto. Dia mengatakan bahwa lomba rakyat tersebut digelar pihaknya bersama IPI serta Serikat Pekerja PT Pegadaian (SP Pegadaian).
Dia mengatakan kegiatan bersama warga pemulung merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membangun solidaritas masyarakat.
“Kita ingin merawat semangat persatuan. Mari kita jalin silaturahmi, kebersamaan dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang. Indonesia kuat karena masyarakatnya bersatu,” katanya.
Rahman juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok rentan.
“Presiden Prabowo membuat MBG dan Kopdes Merah Putih (KDKMP) semata-mata hanya untuk membantu kita semua (rakyat kecil). Memastikan bahwa akses atas makanan bergizi dapat terpenuhi dan termasuk hak atas ketersediaan pangan yang murah,” ujar Rahman.
Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja PT Pegadaian (SP Pegadaian) Mufri Yandi mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas bersama IPI ini. Lomba bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana untuk berkumpul, tertawa bersama dan memperkuat persaudaraan,” ujar Mufri.
Mufri berharap semangat kebersamaan yang muncul dalam kegiatan tersebut dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Mari kita jalin persaudaraan, kita kuatkan gotong royong dan kita rawat semangat kebersamaan. Bersama kita kuat, bersatu kita hebat. Ini bukan hanya slogan, tetapi semangat yang harus kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Haris mengatakan kegiatan bersama warga pemulung merupakan bagian dari gerakan “Warga Peduli Warga” yang diinisiasi 98 Resolution Network.
“Kita punya concern yang cukup tinggi terhadap nasib masyarakat pemulung yang masih sangat rentan secara ekonomi,” tuturnya.