- Pemerintah Iran mengumumkan penemuan cadangan gas alam baru yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 miliar meter kubik.
Temuan ini muncul di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat serta dampak perang yang menghantam infrastruktur energi Iran.
Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengatakan cadangan gas tersebut ditemukan di selatan provinsi Fars.
Ia menyebut, lebih dari 160 miliar meter kubik gas dari ladang tersebut berpotensi untuk diekstraksi.
Paknejad menjelaskan bahwa gas yang ditemukan tergolong gas alam manis dengan kandungan zat beracun yang sangat rendah.
Kandungan ini membuat biaya operasi dan pengembangan ladang gas tersebut menjadi lebih murah.
Meski begitu, produksi dari ladang gas ini diperkirakan baru bisa dimulai bertahun-tahun mendatang.
Sektor energi Iran sendiri telah mengalami pukulan berat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel akhir Februari lalu.
Sejumlah fasilitas produksi gas, depot minyak, hingga jalur transportasi energi Iran menjadi sasaran serangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan rencana operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran pekan lalu.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut mempertegas ancaman itu dengan pernyataan, "Anda bersama kami atau melawan kami."
Di sisi lain, upaya negosiasi damai antara AS dan Iran telah terhenti sejak kegagalan nota kesepahaman pada 17 Juni lalu.
Temuan cadangan gas jumbo ini pun dinilai bisa menjadi salah satu kekuatan baru Iran untuk bertahan menghadapi tekanan sanksi AS.
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman