Seorang pendukung Brighton berusia 72 tahun meninggal dunia setelah jatuh sakit di luar Stadion Amex usai laga melawan Aston Villa
Hendra Wijaya August 24, 2026 01:43 PM

Seorang pendukung Brighton berusia 72 tahun meninggal dunia secara tragis setelah jatuh sakit di luar Stadion Amex menyusul pertandingan melawan Aston Villa.

Brighton dan Hove Albion mengumumkan kabar duka atas wafatnya seorang suporter berusia 72 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan tak lama seusai kemenangan hari Minggu atas Aston Villa. Suporter tersebut sedang bersiap menaiki bus pendukung ketika insiden itu terjadi, sehingga akhir pekan pembuka musim Liga Primer di Stadion Amex diselimuti duka mendalam.

Insiden tragis setelah kemenangan Brighton

Brighton merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa seorang pendukung meninggal dunia tidak lama setelah klub meraih kemenangan 4-0 atas Aston Villa pada hari Minggu. Pria berusia 72 tahun itu kolaps di area parkir bus saat meninggalkan Stadion Amex untuk pulang ke rumah.

Menurut pengumuman klub, petugas darurat segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan medis secepat mungkin. Kabar tragis itu menutupi suasana perayaan setelah kemenangan meyakinkan pada laga pembuka yang membawa Brighton ke puncak klasemen Liga Primer. Tim medis menghabiskan waktu cukup lama untuk mencoba menyadarkan kembali korban sebelum akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Rincian penanganan layanan darurat

Dalam pernyataan resmi klub, Brighton menjelaskan upaya yang dilakukan staf medis di lokasi dan para petugas tanggap darurat untuk menyelamatkan nyawa pendukung tersebut.

Pernyataan itu berbunyi: "Setelah pertandingan hari ini melawan Aston Villa, dengan sedih kami mengabarkan bahwa seorang pendukung pria Brighton & Hove Albion berusia 72 tahun meninggal dunia setelah laga. Pria tersebut jatuh sakit saat meninggalkan stadion untuk menaiki bus klub pendukung di area parkir bus. Terlepas dari upaya terbaik layanan darurat dan staf klub, tim medis tidak dapat menyelamatkannya. Paramadis South East Coast Ambulance Service, St John’s Ambulance, Polisi Sussex, MB Medical Solutions, dokter kerumunan klub, dan para steward kami bekerja bersama untuk memastikan individu tersebut mendapatkan perawatan terbaik yang mungkin, termasuk CPR berkepanjangan di lokasi."

Paul Barber sampaikan belasungkawa klub

Paul Barber, kepala eksekutif sekaligus wakil ketua Brighton, menyampaikan kesedihan mendalamnya atas peristiwa tragis tersebut. Barber menyoroti betapa mendadak dan memilukannya insiden itu, yang terjadi ketika para suporter baru saja menuntaskan pengalaman hari pertandingan mereka.

Ia mengatakan: "Apa yang seharusnya menjadi perjalanan pulang yang biasa dan membahagiakan justru berakhir dalam keadaan yang memilukan, dan kami semua terkejut serta berduka atas kehilangan salah satu pendukung kami. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan teman-teman almarhum."

Komunitas sepak bola yang lebih luas serta banyak suporter kemudian menyuarakan perasaan serupa, dengan menyampaikan simpati mereka kepada keluarga pendukung yang meninggal tersebut.

Apa berikutnya bagi Brighton?

Brighton kini harus menghadapi dampak emosional dari tragedi ini di tengah jadwal yang padat. Klub belum mengonfirmasi apakah akan ada penghormatan resmi menjelang laga kandang berikutnya, ketika mereka menjamu Tromso dalam play-off Liga Konferensi UEFA pada Kamis. Setelah pertandingan Eropa itu, Fabian Hurzeler dan skuadnya akan segera kembali fokus ke tugas domestik saat mereka bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea di Liga Primer pada hari Minggu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.