Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi bisa menjadi jebakan bagi masyarakat yang tidak teliti.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang, Madura, mengingatkan warga agar tidak sembarangan menerima tawaran kerja tanpa memastikan legalitas perusahaan dan prosedur penempatannya.
Kepala Disnaker Sampang, Asroni, mengatakan, tawaran pekerjaan melalui jalur tidak resmi berpotensi membuka celah terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sehingga, masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika mendapat tawaran bekerja di luar negeri dengan janji penghasilan besar, namun tanpa penjelasan mengenai dokumen, kontrak kerja maupun perusahaan yang memberangkatkan.
"Kalau ragu, datang atau telepon ke Disnaker. Kami memiliki informasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi," ujarnya, Senin (24/8/2026).
Dijelaskan, calon pekerja migran harus memastikan terlebih dahulu perusahaan yang menawarkan pekerjaan benar-benar memiliki legalitas.
Begitu pula dengan perusahaan penempatan pekerja migran yang digunakan untuk proses keberangkatan.
Langkah tersebut penting dilakukan karena pekerja yang berangkat melalui jalur ilegal berisiko kehilangan perlindungan hukum ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.
Baca juga: Malaysia Deportasi 198 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah, 4 Warga dari Bangkalan
Tak hanya itu, pekerja juga berpotensi menjadi korban eksploitasi hingga perdagangan orang apabila sejak awal proses perekrutan dilakukan tanpa prosedur resmi.
Untuk mencegah hal tersebut, Disnaker Sampang membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri.
"Warga dapat memanfaatkan layanan kami untuk memastikan informasi mengenai perusahaan, jenis pekerjaan, dokumen persyaratan hingga mekanisme penempatan sebelum memutuskan berangkat," jelasnya.
Disnaker Sampang juga mendorong masyarakat meningkatkan keterampilan sebelum mencari pekerjaan di luar negeri.
Baca juga: Malaysia Deportasi 15 Pekerja Migran Asal Jawa Timur, Ada 2 Warga Bangkalan Dipulangkan Jalur Laut
Satu di antaranya melalui program SMK Go Global yang membekali peserta dengan kemampuan bahasa asing, termasuk bahasa Inggris dan Korea.
"Keterampilan menjadi modal penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan melalui jalur resmi dan tidak mudah tergoda tawaran kerja yang tidak jelas," pungkasnya.