Kuasa Hukum Thian Ngantung Sebut Tanggung Jawab Tragedi Drag Race Kotamobagu Bukan pada Pembalap
Dewangga Ardhiananta August 24, 2026 02:52 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kuasa hukum pembalap Thian Ngantung, Michael Dotulong, S.H., MH angkat bicara terkait penanganan tragedi drag race yang terjadi di Upai, Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).

Michael menegaskan, keluarga Thian Ngantung telah menunjukkan kepedulian terhadap para korban.

Salah satunya dengan mendatangi keluarga korban meninggal dunia serta korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian atas musibah yang terjadi.

"Keluarga Thian Ngantung pada Jumat malam telah berkunjung ke rumah keluarga korban meninggal dunia didampingi oleh beberapa pihak. Kami sangat bersyukur dan menghargai penerimaan yang hangat dari keluarga korban," kata Michael saat diwawancarai Tribun Manado melalui sambungan video, Minggu (23/7/2026)

Namun, di tengah proses tersebut, Michael meminta agar persoalan tanggung jawab atas tragedi itu tidak diarahkan sepenuhnya kepada Thian Ngantung maupun keluarganya.

Menurutnya, Thian dalam kegiatan tersebut berada pada posisi sebagai peserta perlombaan.

Ia menyebut kliennya telah mengikuti prosedur kepesertaan dan memenuhi kewajiban administrasi yang ditetapkan dalam perlombaan.

"Klien kami adalah peserta lomba yang membayar pendaftaran dan berhak mendapatkan fasilitas perlombaan yang aman atau safe riding sesuai aturan yang ditetapkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI)," tegasnya.

Michael mengatakan, aspek penyelenggaraan perlombaan, termasuk kesiapan lintasan dan sistem pengamanan selama kegiatan berlangsung, merupakan bagian yang harus dipastikan oleh pihak penyelenggara.

Karena itu, ia menilai perlu ada kejelasan mengenai pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap aspek keamanan dalam kegiatan tersebut.

"Secara hukum dan teknis, penyelenggaraan acara serta keamanan lintasan merupakan tugas dan tanggung jawab panitia pelaksana serta IMI," ujarnya.

Terkait perkembangan komunikasi, Michael menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan panitia penyelenggara.

Namun, hingga kini belum terdapat komunikasi resmi dengan pengurus IMI Sulawesi Utara terkait langkah penyelesaian dampak dari tragedi tersebut.

Ia berharap persoalan yang berkaitan dengan pembiayaan korban, termasuk kebutuhan medis bagi mereka yang masih menjalani perawatan, dapat segera dibicarakan dan diselesaikan secara adil.

Michael kembali menegaskan bahwa keluarga Thian tetap memiliki komitmen untuk memberikan bantuan sesuai kemampuan.

Namun, bantuan tersebut menurutnya merupakan bentuk kemanusiaan dan solidaritas, bukan berarti seluruh tanggung jawab penyelenggaraan kegiatan beralih kepada pembalap.

"Kami berbelasungkawa dan prihatin atas tragedi ini. Keluarga klien kami tetap berkomitmen membantu semampunya, namun tanggung jawab utama penyelenggaraan tidak boleh dipindahkan kepada kami yang juga berstatus sebagai peserta," pungkas Michael.

Identitas 9 korban meninggal tragedi drag race Upai Kotamobagu:

1. Risna Longkun: Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow

2. Harianti Mokoginta: Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

3. Lisma Mokoginta: Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow

4. Ali Ponamon: Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu

5. Bio Mokoagow: Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

6. Nilawati Mokodongan: Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu

7. Rugaina Manangin: Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow

8. Ali Jojang: Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow

9. Muksin Dondo, Laki-laki, warga Desa Pontodon Timur

Kronologi Kejadian

Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulut. 

Kejadian Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. 

Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.

Sementara mobil yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui adalah pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe bernama Tian Ngantung.

Ia turun di kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap. 

Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.

Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan kemudian menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.

Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.

Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan. 

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race. 

Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.

Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS. 

Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu. 

Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

(TribunManado.co.id/Ren)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.