TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Karnaval sound horeg di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, dihentikan menjelang garis finis pada Minggu malam (23/8/2026). Penghentian tersebut terjadi setelah seorang peserta yang merupakan penyewa sound system dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan.
Korban diketahui bernama Pak Bonari, warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran. Ia juga dikenal sebagai bos buah naga asal Tembakur dan merupakan penyewa sound system Bledek Audio.
Kabar meninggalnya korban kemudian menyebar di media sosial ketika arak-arakan karnaval hampir mencapai garis finis.
Setelah kabar tersebut muncul, kru peserta mematikan perangkat sound system yang digunakan dalam karnaval sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa.
Baca juga: Selundupkan Sabu-sabu untuk Suami di Lapas Banyuwangi, Perempuan Ini Sembunyikan di Area Vital
Peristiwa tersebut membuat suasana karnaval yang sebelumnya berlangsung meriah berubah menjadi duka. Sejumlah peserta kemudian menghentikan aktivitas sound horeg setelah mengetahui adanya kabar mengenai peserta yang meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Pak Bonari. Informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan korban terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga belum terkonfirmasi sehingga belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Pihak terkait masih diupayakan untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi dan penyebab meninggalnya korban.