TRIBUNWOW.COM - Musim kemarau yang berkepanjangan di Kalimantan, Indonesia, telah menyebabkan Sungai Barito menyusut secara drastis, sehingga sebagian besar dasar sungai di bawah Jembatan Kalahien terlihat.
Rekaman video menunjukkan orang-orang berjalan melintasi dasar sungai yang kering, karena penurunan permukaan air mengganggu kegiatan penangkapan ikan dan mempersulit masyarakat untuk mencapai desa-desa yang bergantung pada sungai untuk transportasi.
"Selama musim kemarau, aktivitas penangkapan ikan sangat terganggu. Kekeringan ini berdampak langsung pada hasil tangkapan kami, secara drastis mengurangi jumlah ikan yang kami peroleh. Akses ke desa-desa juga terhambat karena sungai telah mengering," kata nelayan setempat, Five Hartadi.
"Kami kesulitan menjangkau desa-desa yang hanya dapat diakses dengan perahu karena surutnya permukaan air akibat musim kemarau ini," kata Hartadi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Selasa 25 Agustus 2026: Banjarnegara, Sukoharjo, Magelang, Klaten, Blora
Baca juga: Prabowo Mendarat di Pekanbaru, Langsung Tinjau Karhutla Sumatera
Kekeringan yang berkepanjangan juga menyebabkan pengendapan lumpur yang parah dan pembentukan dataran berpasir di bawah Jembatan Kalahien.
Sungai Barito adalah salah satu jalur air utama di Indonesia dan rute transportasi vital bagi masyarakat di Kalimantan, khususnya di daerah terpencil yang akses jalannya terbatas atau tidak ada.
Penurunan permukaan air sungai selama musim kemarau dapat menyebabkan perahu tidak dapat melewati sebagian jalur air, sehingga memengaruhi akses terhadap makanan, pasar, dan layanan penting.
(Tribun-Video.com)
https://www.viory.video/en/videos/a3070_21082026/bone-dry-barito-severe-drought-exposes-riverbed-beneath-kalahien-bridge-as-fishing-and-transport-grind-to-a-halt-in-kalimantan