Tiba di Palembang, Prabowo Pimpin Rapat Karhutla Sumsel, Setujui Tambah 2 Helikopter & 20 Ekskavator
Shinta Dwi Anggraini August 24, 2026 03:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (24/8/2026) sekira pukul 13.30 WIB. 

Setibanya di Palembang, Prabowo langsung menggelar rapat bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan sejumlah pejabat terkait di VIP Bandara SMB II Palembang.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menanyakan kebutuhan yang diperlukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan utama saat ini adalah penambahan helikopter untuk mendukung operasi water bombing (WB).

Baca juga: Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Sumsel, Polda dan TNI Gelar Apel Pasukan Pengamanan

Selain itu, Sumsel membutuhkan penguatan kanal dan sumber air untuk mendukung pemadaman. Kondisi sumber air di sejumlah lokasi karhutla saat ini semakin sulit karena keringnya lahan.

"Yang dibutuhkan seperti tambahan helikopter untuk WB dan adanya penguatan kanal serta sumber air. Sebab, embung yang ada sangat kering," kata Iqbal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyatakan akan menambah dukungan armada udara untuk penanganan karhutla di Sumsel.

Untuk sementara, dua helikopter tambahan akan diperkuat untuk membantu operasi pemadaman.

Saat ini, Sumsel telah mendapat dukungan satu helikopter udara, satu unit pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) sekaligus patroli, serta lima helikopter untuk water bombing.

Lalu, ada satu unit yang saat ini diperbantukan ke Kalimantan, sementara satu unit lainnya masih dalam proses dan dijadwalkan tiba di Sumsel pada 28 Agustus 2026.

Selain armada udara, Presiden Prabowo juga menyetujui penambahan alat berat untuk mempercepat penanganan karhutla.

Sekitar 20 unit ekskavator akan disiapkan untuk membantu membuka akses, membuat sekat kanal, serta mendukung upaya pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.

Penanganan karhutla di Sumsel menjadi perhatian serius seiring tingginya jumlah titik panas.

Hingga hari ini, Senin 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 12.956 titik hotspot di Sumsel. 

Hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.