Maknai Kemerdekaan, PSI Bandar Lampung Tanamkan Semangat Juang
Reny Fitriani August 24, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandar Lampung bersama jajaran DPC dan perwakilan DPRt PSI menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran di Zona Penyangga TNWK, Gubernur Lampung Pastikan Api Tak Meluas

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua DPD PSI Kota Bandar Lampung Randy Adytia GG mengatakan, ziarah ke makam pahlawan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, dan semangat perjuangan kepada generasi penerus.

"Ini bukan cuma seremonial. Ini tentang bagaimana kita menghargai jasa para pahlawan, mengenang perjuangan mereka, sekaligus menjaga agar semangat perjuangan itu tetap hidup dalam diri kita sebagai generasi penerus bangsa," ujar Randy.

Ia mengatakan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan tidak cukup hanya diperingati setiap Agustus.

Semangat tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan perjuangan untuk bangsa dan masyarakat.

"Anak muda hari ini bukan hanya pewaris kemerdekaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian dan perjuangan untuk membangun Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Kota Bandar Lampung Johan Alamsyah mengatakan, bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu.

Menurut Johan, perjuangan generasi muda saat ini dapat diwujudkan dengan membangun dan menyejahterakan masyarakat, menciptakan keadilan, serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

"Perjuangan hari ini adalah bagaimana kita membangun dan menyejahterakan rakyat, memakmurkan rakyat, menciptakan keadilan, serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, rakyat Indonesia," kata Johan.

Ia juga mengaitkan semangat perjuangan tersebut dengan pemikiran Tan Malaka yang, menurutnya, menempatkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa sebagai bagian dari perjuangan panjang.

"Semangat Tan Malaka mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan. Setelah Indonesia merdeka, masih ada perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menghapus kemiskinan, melawan ketidakadilan dan membangun kedaulatan rakyat. Semangat itu harus terus hidup di kalangan anak muda Indonesia," ujarnya.

Johan menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa.

Anak muda harus berani mengambil peran dalam pembangunan, menghadirkan gagasan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Jangan sampai kita hanya bangga menjadi generasi penikmat hasil perjuangan para pahlawan. Kita harus menjadi generasi yang mampu meninggalkan sesuatu yang lebih baik bagi generasi setelah kita, selalu menjaga persatuan, menjaga kedaulatan negara, dan harus tetap kritis," tegasnya.

Menurutnya, ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan besar para pahlawan.

Karena itu, nilai perjuangan, persatuan, keberanian, dan pengabdian harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Semangat muda, semangat berjuang, semangat Indonesia. Kita hormati para pahlawan dengan cara meneruskan perjuangannya melalui kerja nyata untuk rakyat dan bangsa," pungkas Randy.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.