Tukang Becak Masuk Desil 9 di Kulon Progo, sang Anak Terancam Tak Jadi Kuliah
Mahdiyah August 24, 2026 08:34 PM

Grid.ID - Kisah tukang becak masuk desil 9 tentu menyita perhatian publik. Kini sang anak terancam putus kuliah karena status desil tersebut.

Timbul (49) adalah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak. Ia tinggal di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dikutip dari Kompas.com pada Senin (24/8/2026), Timbul awalnya berstatus desil 1. Namun, tiba-tiba berubah menjadi desil 9 dengan kategori menengah ke atas.

Hal ini tentu akan berdampak pada beberapa hal. Salah satunya akses program bantuan termasuk biaya pendidikan anaknya.

Sang anak, Lutfi Arya Wijaya (18), tak kuasa membendung air mata. Dirinya terpikirkan mengenai biaya kuliah yang harus dibayarkan sang ayah.

Lutfi diketahui diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia diterima di Program Studi Mesin.

Timbul mengungkapkan bahwa sang anak menangis usai mengetahui desil mereka berganti menjadi 9. Pasalnya, sang anak sudah terlanjur diterima di universitas tersebut.

"Anak sambat mau kuliah. Tapi saya tukang becak masuk Desil 9. Anak nangis karena sudah telanjur daftar," sambungnya.

Timbul sangat berkomitmen agar anaknya bisa kuliah. Ia ingin masa depan anaknya lebih baik darinya.

Mengenai desil yang akan berpengaruh pada program bantuan pendidikan kuliah Lutfi, Timbul akan memikirkan biaya kuliahnya. Tentunya, ia akan memeras keringat sebagai tukang becak.

Menurut Timbul, perubahan desil ini tanpa ada pemberitahuan apapun sebelumnya. Ia pun mengaku bingung dengan perubahan tersebut.

Ia mengaku bahwa rumahnya memang sudah berdinding. Lantainya pun sudah dikeramik.

Kendati begitu, rumah itu masih atas nama 7 orang. Dirinya juga mengaku memiliki sepeda motor.

Akan tetapi, dirinya tidak merasa bahwa hal itu menjadi tolak ukur kesejahteraannya. Hal ini tentu menimbulkan tanya di benak Timbul.

Cerita serupa pun juga dialami oleh Bayu Prastowo. Pria yang tinggal di Ngampilan, Yogyakarta ini pun juga mengaku bingung dengan perubahan desil yang dialaminya.

Dikutip dari Tribunnews pada Senin (24/8/2026), Bayu bekerja di bidang editing atau penyunting video. Penghasilannya pun di bawah standar.

Namun, dirinya masuk ke desil 10 yang dikategorikan sebagai kaya. Hal ini pun menimbulkan tanya di benak Bayu.

"Enggak cocok, kok bisa masuk Desil 10? Dari segi penghasilan saya masih di bawah standar kategori itu," ujarnya.

Bayu mengaku khawatir mengenai penetapan desil ini. Ia takut jika hal ini berpengaruh dengan kehidupan sehari-harinya.

"Pajaknya takut lebih mahal, karena saya usaha sendiri. Terus, infonya kan desil 9-10 tidak bisa pakai Pertalite," kata Bayu.

Tak hanya tukang becak masuk desil 9, seorang warga Wirobrajan, Kota Yogyakarta bernama Nurwanto pun juga mengungkap kebingungannya. Ia mengaku hanya mendapatkan gaji UMK Yogyakarta.

UMK itu pun mencapai Rp2.827.593. Namun, ia masuk desil 9 yang dalam kategori menegah ke atas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.