Gunung Anak Krakatau Erupsi 11 Kali, Status Masih Level III Siaga
taryono August 25, 2026 09:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sebanyak 11 kali pada Senin (24/8/2026). Tinggi kolom abu vulkanik yang teramati bervariasi antara 200 hingga 400 meter di atas puncak gunung.

Baca juga: Polsek Seputih Mataram Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Jalinpantim

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, aktivitas erupsi masih berlangsung hingga laporan terakhir yang tercatat pada pukul 17.09 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada pukul 17.09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut," kata Suwarno, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kolom abu pada erupsi tersebut berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.

Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 16.46 WIB dan 16.43 WIB.

Pada kedua erupsi tersebut, tinggi kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.

Aktivitas erupsi juga tercatat pada pukul 15.24 WIB. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut.

Erupsi pukul 15.24 WIB tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi 26 detik.

Sementara itu, pada pukul 11.54 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 350 meter di atas puncak atau 507 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 68 milimeter dan durasi 29 detik.

Kemudian, erupsi pada pukul 11.22 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 20 detik.

Pada pagi hari, erupsi terjadi berturut-turut pada pukul 09.41 WIB, 09.43 WIB, 10.11 WIB, 10.24 WIB, dan 10.48 WIB.

Erupsi pukul 09.41 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi 77 detik.

Dua menit kemudian, erupsi kembali terjadi. Kolom abu yang teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak, dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan durasi 25 detik.

Selanjutnya, erupsi pada pukul 10.11 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak. Sementara erupsi pada pukul 10.24 WIB dan 10.48 WIB masing-masing menghasilkan kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak.

Status Masih Level III Siaga

Dengan masih tingginya aktivitas vulkanik, status Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau diminta meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga diimbau tidak mendekati gunung api serta tidak melakukan aktivitas di dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Suwarno mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

"Untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.