Tradisi Jabutan Meriahkan Maulid Nabi di Gresik, Warga Berebut Hadiah hingga Uang
Samsul Arifin August 25, 2026 10:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. 

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan masyarakat adalah jabutan, yakni kegiatan berebut berbagai hadiah yang digantung di lokasi perayaan.

Tradisi tersebut digelar warga pada Senin (24/8/2026) malam. Kegiatan yang biasanya berlangsung di masjid maupun musala desa itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Salah satunya terlihat di Musala Perumahan Griya Sekar Kedaton (GSK), Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Warga berkumpul selepas salat Isya untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi sebelum acara jabutan dimulai.

Baca juga: Kemeriahan Maulid Nabi di Bangkalan, Warga Berebut Berkah sampai Ikut Undian Kambing & Angsa

Hadiah Digantung hingga Uang Diperebutkan

Berbagai barang disiapkan untuk memeriahkan tradisi tersebut. Hadiah yang digantung antara lain baju, sarung, minyak, sabun, camilan hingga peralatan dapur.

Tidak hanya barang kebutuhan sehari-hari, panitia juga menyiapkan lembaran uang kertas dan uang logam. Berbagai hadiah tersebut kemudian menjadi sasaran warga yang antusias berebut saat sesi jabutan dimulai.

Sebelum berebut hadiah, warga terlebih dahulu memanjatkan selawat dan doa sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pengurus Takmir Musala Perumahan Griya Sekar Kedaton, Achmad Ikhsan, mengatakan tradisi jabutan telah menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap peringatan Maulid Nabi.

"Tradisi Ini memang sudah ada sejak dahulu. Setiap kali peringatan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi, kita mengadakan acara seperti ini dalam rangka ikut bergembira," ujar Achmad Ikhsan.

Tradisi Jabutan Terus Berkembang

Ikhsan menjelaskan, tradisi jabutan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Jika dahulu perlengkapan yang digunakan relatif sederhana, kini hadiah yang disediakan semakin beragam.

Pada awalnya, tradisi tersebut hanya menggunakan kembang, sapu tangan, dan berbagai benda yang mengeluarkan aroma wangi. Seiring berjalannya waktu, hadiah mulai ditambah dengan berbagai kebutuhan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Mulai dari peralatan dapur, pakaian, sajadah, baju koko hingga sarung disediakan agar warga yang mengikuti kegiatan semakin antusias.

Menurut Ikhsan, jabutan bukan sekadar kegiatan berebut hadiah. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat mengekspresikan kegembiraan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Makna Jabutan: Merayakan Kelahiran Nabi dengan Kegembiraan

Ikhsan menuturkan, semangat utama tradisi jabutan adalah menghadirkan suasana gembira saat memperingati Maulid Nabi. Kegembiraan tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

"Tradisi jabutan sendiri ini sebenarnya dalam rangka ketika Rasulullah SAW lahir kita bergembira. Dari kegembiraan itulah kita sampai melompat-melompat. Pokoknya inti dari maulid itu senang, enggak boleh ada yang mangkel, marah, harus senang," tutupnya.

Tradisi jabutan pun menjadi salah satu bentuk kegiatan masyarakat Gresik dalam menjaga kebiasaan yang telah berlangsung turun-temurun sekaligus memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.