TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tenis kini tak sekadar olahraga adu ketangkasan di usia emas, melainkan telah menjelma menjadi ruang perjumpaan yang meleburkan batas antargenerasi.
Bukti gairah olahraga ini mewarnai pergelaran Nuswantara Tennis Cup 2026, kala 200 petenis amatir yang usianya terpaut jauh dari 12 tahun hingga 100 tahun, berkumpul dan bertanding di Lapangan Tenis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 22-23 Agustus 2026.
Ajang berskala nasional ini bukan inisiatif instansi formal, melainkan buah kolaborasi organik dari tiga komunitas akar rumput, yakni Pehtenis.yk, TenisSek, dan Anya Tennis Club.
Kehadiran ratusan petenis ini tak hanya beragam dari segi usia, tetapi juga latar belakang profesi. Para peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wiraswasta turut berpartisipasi dalam kompetisi ini.
Nuswantara Tennis Cup 2026 mempertandingkan tiga kategori utama guna mengakomodasi berbagai tingkat kemahiran. Ketiga kategori tersebut meliputi Ganda Putra Pemula, Ganda Putri Pemula, dan Ganda Menengah Umum.
Untuk memacu iklim kompetitif para pemain amatir, pihak penyelenggara menyiapkan total dana pembinaan senilai Rp24 juta.
Rincian hadiah tersebut dialokasikan sebesar Rp7 juta bagi kampiun Ganda Putra Pemula, Rp7 juta untuk Ganda Putri Pemula, dan porsi terbesar senilai Rp10 juta diberikan bagi pemenang kategori Ganda Menengah Umum.
Ketua Panitia Nuswantara Tennis Cup 2026, Firstdian Syahmanda, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang dengan visi jangka panjang. Ajang ini tidak diposisikan sekadar sebagai tempat unjuk gigi, melainkan sebuah instrumen nyata bagi pembinaan berkelanjutan ekosistem amatir.
"Kejuaraan tenis lapangan yang diselenggarakan oleh komunitas Pehtenis.yk, TenisSek, bersama Anya Tennis Club ini menjadi wadah bagi para pencinta tenis untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarpemain. Penyelenggaraan turnamen tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kompetisi bagi para petenis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan kemampuan pemain tenis," ujar pria yang akrab disapa Ferdi tersebut.
Lebih lanjut, Ferdi menekankan signifikansi ketersediaan panggung bagi seluruh level kemampuan dan usia. Menurutnya, wadah kompetisi semacam ini adalah kunci untuk terus merawat gairah dan iklim tenis di Tanah Air agar tidak meredup.
"Kategori pemula dan menengah memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah keterampilan dalam suasana kompetitif berskala nasional. Selain itu, kategori ganda umum memberikan kesempatan kepada pemain senior untuk tetap aktif berkompetisi. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tenis dapat menjadi aktivitas olahraga yang dapat dilakukan lintas usia. Melalui penyelenggaraan Nuswantara Tennis Cup 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem olahraga tenis, memperluas jejaring antarpemain, serta mendorong perkembangan tenis di tingkat regional maupun nasional," tegasnya.
Pertemuan berbagai kelompok umur dalam satu arena ini tidak dirancang sebagai pergelaran seremonial sesaat.
Panitia pelaksana telah merencanakan agar Nuswantara Tennis Cup masuk ke dalam kalender agenda olahraga berkelanjutan yang rutin digelar demi menyokong fondasi pembinaan prestasi tenis di Indonesia.