WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta menjadi panggung istimewa bagi Hillary Queen Wibowo dan sang adik, Margareth Queen Wibowo.
Keduanya mendapat kesempatan tampil bersama tim dance SMA Springfield sekaligus membawa konsep Srikandi dalam tema “100 persen Indonesia”.
Bagi Hillary, musim ini merupakan tahun keduanya tampil di panggung AQUA DBL Dance bersama SMA Springfield. Namun, pengalaman kali ini terasa berbeda karena ia tidak lagi tampil seorang diri. Sang adik, Margareth, ikut bergabung dan menjalani debutnya sebagai bagian dari tim.
Kehadiran Margareth membuat proses persiapan Hillary terasa lebih personal. Mereka dapat berlatih bersama, bahkan melanjutkan latihan di rumah.
“Aku senang banget. Menurutku, ada comfort tersendiri karena ada saudara sendiri di dalam tim. Kita juga bisa latihan bareng di rumah dan jadi lebih dekat selama proses latihan,” ujar Hillary.
Bagi Margareth, keberadaan sang kakak juga menjadi keuntungan tersendiri.
Sebagai pendatang baru, ia merasa lebih mudah beradaptasi dengan pola latihan, mengikuti ritme tim, sekaligus memahami arahan dari pelatih.
Meski begitu, rasa gugup tetap muncul menjelang debutnya di panggung AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta.
Margareth mengaku sempat merasa sangat tegang sebelum penampilan perdana.
“Jujur, waktu pertama kali tampil tadi rasanya deg-degan banget. Tapi begitu selesai, aku langsung lihat ulang video penampilan kita dan rasanya lega banget. Aku merasa penampilan kita berjalan dengan baik, apalagi kita sudah latihan hampir tiap hari,” tutur Margareth.
Ketertarikan Margareth terhadap dunia dance tidak terlepas dari pengaruh sang kakak. Hillary lebih dulu menekuni dance sejak 2021.
Ketika pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas dilakukan dari rumah, Hillary mulai mencari kegiatan baru.
Ia kemudian menemukan ketertarikan terhadap dance setelah sering melihat konten dance challenge di media sosial.
“Pas itu, aku bosan banget karena di rumah terus. Hampir setiap hari aku scrolling TikTok, terus aku kepikiran kenapa enggak coba dance saja,” cerita Hillary.
Sebelum serius di dunia dance, Hillary dan Margareth ternyata pernah menekuni gimnastik.
Namun, aktivitas tersebut akhirnya tidak dilanjutkan karena ketertarikan mereka terhadap olahraga tersebut perlahan berkurang.
Kini, keduanya justru memiliki minat yang sama di dunia dance. Bahkan, kemiripan fisik mereka kerap membuat orang sulit membedakan keduanya.
Meski begitu, menjadi kakak-adik sekaligus rekan satu tim bukan berarti perjalanan mereka selalu mulus.
Hillary dan Margareth mengakui bahwa perbedaan pendapat masih sering terjadi, termasuk ketika menjalani latihan.
“Waduh, sebenarnya hampir tiap hari berantem, hahaha. Kalau tanya anggota tim yang lain, mereka pasti bilang kalau kita hampir selalu berantem setiap latihan. Tapi, setelah itu kita baikan lagi,” ungkap Hillary.
Perdebatan kecil tersebut justru menjadi bagian dari dinamika mereka selama mempersiapkan penampilan.
Di balik perbedaan pendapat, keduanya tetap memiliki tujuan yang sama: membawa SMA Springfield meraih pencapaian lebih tinggi.
Pada musim sebelumnya, tim dance SMA Springfield berhasil masuk jajaran Best Five. Tahun ini, Hillary dan Margareth ingin melangkah lebih jauh.
Bagi Margareth yang baru menjalani debut, kembali masuk Best Five sudah menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Namun, ia menyimpan target yang lebih tinggi.
“Karena ini tahun pertama buat aku, sebenarnya sudah sangat bersyukur kalau bisa masuk Best Five lagi. Tapi kalau bisa masuk Best Three, itu bakal jadi mimpi yang benar-benar terwujud buat aku,” tutup Margareth.
Bersama di satu panggung, Hillary dan Margareth kini bukan sekadar membawa nama SMA Springfield.
Mereka juga sedang menjalani perjalanan sebagai dua saudara yang saling mendukung, berlatih bersama, dan mengejar mimpi yang sama di AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta.