Menembus Harapan di Flores: Satgas Genu Salurkan Sembako untuk Korban Gempa yang Sempat Terisolasi
Oby Lewanmeru August 25, 2026 01:33 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gelombang empati bagi masyarakat terdampak gempa tektonik M 7,7 di Pulau Flores terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.

Diprakarsai oleh Pdt. Johny Kilapong, aksi kemanusiaan bertajuk Satgas Genu Berbagi resmi menerjunkan tim relawan lapangan untuk mendistribusikan puluhan paket bahan pokok (sembako) langsung ke tangan warga di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada sejak Sabtu (22/8/2026).

Gerakan peduli sesama ini terwujud berkat kolaborasi lintas lembaga yang menggandeng Yayasan Generasi Unggul Kupang, STAK Kupang, GSKI Surabaya, GSKI Exousia Tanah Merah NTT, Corpus Delicti Ministry Jakarta, serta Sekolah Kristen Generasi Unggul Bajawa.

Di bawah kepemimpinan Ketua Satgas Wulandari Rihi Paty dan Pelaksana Lapangan Pdt. Pether Paju, aksi ini menghimpun donasi dari para simpatisan di Kupang, Jakarta, Surabaya, hingga masyarakat umum.

Baca juga: Imigrasi NTT Salurkan Bantuan Peserta PKN II bagi Warga Terdampak Gempa Flores di Cunca Wulang

Menembus Wilayah Menanti Bantuan

Salah satu titik penyerahan bantuan yang menyentuh hati terjadi di Dusun Waekorok, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur.

Warga setempat tak mampu menyembunyikan rasa haru saat tim relawan tiba membawa bantuan pangan pasca-seminggu lebih bertahan di tengah keterbatasan pasca-gempa.

"Kami bersyukur dan terharu dengan bantuan dari Genu Berbagi. Setelah seminggu lamanya kami menanti bantuan, ini pertama kalinya kami dikunjungi dan dikasih bantuan sembako. Terima kasih Genu Berbagi," tutur Athiik Baru, salah seorang warga Dusun Waekorok dengan mata berkaca-kaca.

Bantuan Langsung per Kepala Keluarga

Pelaksana Lapangan Satgas Genu Berbagi, Pether Paju, menjelaskan bahwa penjangkauan tidak hanya berpusat di Waekorok, tetapi juga menyisir beberapa dusun di sekitarnya agar bantuan terbagi merata.

Bantuan yang disalurkan berupa, Beras: 10 kg per KK, Gula Pasir: Pasokan kebutuhan pokok harian
Mie Instan & Telur: 1 rak telur per KK untuk pemenuhan gizi darurat.

"Selain Dusun Waekorok, beberapa dusun di sekitarnya juga kami bagikan bantuan sembako. Per kepala keluarga kami berikan beras 10 kg, gula pasir, supermi, dan telur 1 rak," jelas Pether Paju mengenai rincian bantuan yang disalurkan.

Komitmen Empati Berkelanjutan

Ketua Satgas Genu Berbagi, Wulandari Rihi Paty, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud persaudaraan dan solidaritas nyata untuk meringankan duka saudara-saudara di tanah Flores yang diguncang bencana.

"Ini adalah bentuk empati kami kepada warga korban gempa Flores M 7,7. Kami akan terus berbagi selagi Tuhan berikan kesempatan dan berkat untuk kami bisa membantu meringankan beban saudara-saudara di Pulau Flores," ungkap Wulandari.

Aksi kemanusiaan Satgas Genu Berbagi ini menjadi bukti bahwa di tengah himpitan bencana, nilai gotong royong dan kepedulian antarsesama anak bangsa tetap menyala terang di Bumi Flobamora. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.