WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –- Ketenangan malam di permukiman padat Kampung Pengarengan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mendadak pecah oleh kepanikan luar biasa.
Bau menyengat dari benda terbakar yang awalnya hanya sayup-sayup tercium, seketika disusul jeritan histeris warga, "Kebakaran!".
Jago merah mengamuk beringas, melahap habis dua unit rumah pada Senin (24/8/2026) malam.
Sebelum sirine pemadam meraung membelah jalanan, puluhan warga yang panik sempat berjibaku melawan kobaran api.
Mengandalkan ember dan alat seadanya, mereka berusaha menyiramkan air.
Namun, besarnya embusan angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat usaha tersebut sia-sia, hingga akhirnya bantuan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur tiba di lokasi.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Sunaryo, mengungkapkan bahwa pihaknya merespons cepat situasi darurat ini dengan kekuatan penuh.
Tak tanggung-tanggung, 14 unit armada pemadam kebakaran raksasa beserta 70 personel tangguh langsung diterjunkan ke titik merah.
"Kondisi rumahnya itu sangat berdempetan. Namun karena penanganan cepat, api berhasil kami kurung dan hanya membakar dua rumah seluas 42 meter persegi tersebut," jelas Sunaryo di lokasi kejadian, Senin malam.
Baca juga: Kebakaran Dahsyat di Tebet Jaksel Renggut 4 Nyawa, Satu Korban Masih Misterius
Tantangan Berat di Lorong Sempit
Meski api berhasil dijinakkan sebelum menjilat rumah-rumah tetangga, perjuangan para pahlawan anti-api ini sama sekali tak mudah.
Rapatnya rumah warga dan akses jalan perkampungan yang sangat sempit menjadi ujian tersendiri.
Armada pemadam tak bisa merangsek masuk mendekati lokasi.
Situasi ini memaksa puluhan petugas untuk bahu-membahu menarik selang air berukuran besar dari jarak yang cukup jauh agar semburan air bisa menembus jantung kobaran api.
"Kendalanya sangat terasa di akses jalan yang sempit. Terus jarak antara mobil yang membawa pasokan air dengan lokasi titik api juga cukup jauh," papar Sunaryo menceritakan detik-detik menegangkan pemadaman tersebut.
Beruntung, dari dua rumah yang menjadi arang malam itu, salah satunya dalam kondisi kosong tanpa penghuni.
Sementara itu, penghuni dari rumah yang lain berhasil lari menyelamatkan diri sesaat sebelum api membesar. Insiden mengerikan ini dipastikan tidak merenggut korban jiwa.
Kini, puing-puing hitam menyisakan tanda tanya di tengah warga Cakung.
Pihak kepolisian telah turun tangan dan memasang garis polisi guna melakukan penyelidikan mendalam demi mengungkap apa yang sebenarnya memicu petaka malam tersebut. (m26)