TRIBUNBENGKULU.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara terkait sejumlah tudingan yang belakangan menyeret dirinya dan keluarganya.
Melalui akun media sosialnya, Dahnil mengaku selama ini berusaha menjaga integritas, kejujuran dan komitmennya terhadap nilai-nilai yang diyakininya.
Ia menyebut dirinya kini menghadapi upaya fitnah yang menurutnya juga telah menyeret kehidupan pribadi dan keluarganya.
"Bertahun-tahun yang saya jaga Integritas. Kejujuran komitmen terhadap nilai adalah perjuangan saya selama ini. Saat ini upaya fitnah dan dekandensi moral dilakukan secara maksimal," tulis Dahnil di Threads, dikutip TribunBengkulu.com, Selasa (25/8/2026).
Salah satu tudingan yang disorot Dahnil berkaitan dengan Vespa tua yang digunakannya.
Ia mengaku memang telah lama menjadi penggemar Vespa tua. Menurutnya, tudingan mengenai Vespa bodong bukan kali pertama dialaminya.
Dahnil kemudian menjelaskan Vespa tua yang baru dibelinya tersebut memiliki surat-surat lengkap, meski pajaknya saat itu masih mati.
"Saya baru membeli Vespa Tua jenis.super, surat-surat lengkap namun pajak mati di Jakarta Selatan. Vespa dibeli oleh staf saya bernama Achmadi dan saya minta supaya sekalian saja balik nama dan bayar pajaknya segera," tulisnya.
Menurut Dahnil, proses balik nama dan pembayaran pajak kemudian dilakukan oleh ajudannya. Kendaraan tersebut dimutasi dari Jakarta Selatan ke Ciputat, Tangerang Selatan.
"Di mutasi dari Jakarta Selatan ke Ciputat, Tangerang Selatan. Akhirnya saya dapat Nomor plat, dan saya minta dipasangkan di Motor.Vespa Tua saya, karena hari rabu ini saya ingin gunakan vespa tua ke Raker DPR RI," lanjutnya.
Namun, setelah dirinya mengunggah video menggunakan Vespa tersebut, muncul tudingan bahwa kendaraan itu menggunakan pelat nomor bodong.
Dahnil mengaku terganggu dengan tudingan tersebut, termasuk tuduhan bahwa dirinya merupakan penadah Vespa bodong dan pejabat yang tidak taat pajak.
"Nah, karena video di akun saya, saya mengenakam Vespa ini, seperti biasa selalu ada yang tidak suka dan entahlah, muncul tudingan dan tangkapan layar bahwa saya mengenakan Vespa dengan plat bodong, bahkan tudingan saya penadah vespa bodong, saya tidak mencerminkan pejabat yang taat pajak dll," tulis Dahnil.
Ia menegaskan, berdasarkan pemahamannya, seluruh proses pembayaran pajak dan mutasi kendaraan telah dilakukan.
"terus terang saya terganggu dengan tuduhan dan fitnah ini, karena sepemahaman saya sudah menunaikan semua proses pembayaran pajak dan mutasi, klo tidak, tidak mungkin saya punya nomor plat yang terpasang," tulisnya.
Tak hanya soal Vespa, Dahnil juga menyoroti tudingan lain yang menurutnya telah masuk ke ranah kehidupan pribadi dan keluarganya.
Ia menyebut tudingan tersebut turut menyeret istri dan anak-anaknya.
Dahnil mengaku selama ini memilih tidak mengungkap persoalan rumah tangganya demi menjaga perasaan dan moral keempat anaknya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan pihak yang menggugat cerai mantan istrinya pada 2020. Menurut Dahnil, gugatan tersebut dimenangkan oleh pengadilan.
"Saya adalah orang yang menggugat cerai mantan istri saya, dan gugatan saya dimenangkan oleh pengadilan," tulisnya.
Ia juga menyebut berdasarkan keputusan dan kesepakatan setelah perceraian, empat anak mereka berada dalam pengasuhannya.
"Keputusan dan kesepakatan antar saya dan mantan istri saya adalah, Harta benda yakni Rumah warisan orang tua saya diserahkan kepada mantan istri saya namun 4 orang anak kami, pada saat itu yang paling kecil berusia kurang dari 4 tahun diserahkan sepenuhnya kepada saya dan dibawah pengasuhan saya."
Dahnil menegaskan dirinya mengurus keempat anak tersebut setelah perceraian.
"Setelah bercerai resmi, sampai sekarang 4 orang anak-anak saya, saya urus sepenuhnya," tulisnya.
Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya menelantarkan anak-anak.
"makanya tiba-tiba.muncul lagi fitnah jahat saya menelantarkan anak-anak saya, itu fitnah jahat dan kejam sekali.Mereka segelanya.bagi saya, dan saya mengurusi mereka sendiri setelah berpisah dengan mantan istri saya."
Dahnil kemudian menceritakan pernikahannya dengan istri saat ini, Dokter Muna Soraya Putri atau yang dikenal sebagai Dokter Naya.
Ia mengatakan menikah kembali pada 2023 setelah hampir tiga tahun menduda.
Menurut Dahnil, istrinya menerima dirinya sekaligus empat anak dari pernikahan sebelumnya.
"Perempuan itu bernama Dokter Muna Soraya Putri (Dokter Naya) dia perempuan yang pernah dikhianati sama dengan saya, agaknya itu awal kecocokan kami, dan komitmen untuk setia satu dengan lainnya," tulis Dahnil.
Ia menyebut istrinya juga ikut membantu mengurus dan menjaga keempat anaknya.
Namun, Dahnil mengaku geram ketika istrinya dituding sebagai pelakor.
"Tapi, bila ada fitnah yang sengaja disebar saya tidak bertanggungjawab, bahkan menyebut istri saya sekarang sebagai pelakor, saya ingin mengungkap fakta ini. Dan.menjawab fitnah-fitnah jahat tersebut."
Ia kemudian menilai tudingan tersebut sebagai tindakan yang sangat jahat.
"bahkan dengan ramai-ramai.menyebut istri saya saat ini sebagai Pelakor adalah.perbuatan yang teramat jahat, bak memakan daging saudara sendiri dengan penuh kebencian sengaja menebarnya kemana saja."
Di akhir utasnya, Dahnil mengatakan sengaja memberikan penjelasan panjang karena persoalan yang dihadapinya telah menyentuh kehidupan pribadi dan keluarganya.
Ia bahkan mengajak pihak yang menuduhnya untuk melakukan mubahalah.
"Siapa pun, Saudara Kiswinar dan kawan-kawannya yang berani berMubahalah. Mari kita lakukan," tulis Dahnil.
Dahnil juga menyatakan kesediaannya mempertanggungjawabkan pernyataannya terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Agaknya, itu cara terbaik, agar Allah SWT jadi.saksi sepenuhnya, dan membuat keputusan."
Di tengah ramainya polemik Vespa, harta kekayaan Dahnil pun ikut kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dahnil melaporkan sejumlah aset, termasuk kendaraan yang menjadi bagian dari koleksi pribadinya.
Salah satu yang paling menarik perhatian tentu Vespa klasik yang kini viral tersebut.
Kendaraan itu tercatat sebagai Vespa tahun 1974 dengan nilai yang dilaporkan dalam LHKPN sebesar Rp50 juta.
Selain Vespa, koleksi kendaraan Dahnil juga mencakup sejumlah mobil dan sepeda motor.
Garasinya antara lain diisi Toyota Alphard, kendaraan jenis minibus, BMW, Toyota Land Cruiser hingga sepeda motor.
Koleksi kendaraan tersebut menjadi salah satu bagian dari harta kekayaan Dahnil yang dilaporkan sebagai penyelenggara negara.
Berikut adalah rincian isi garasi dan harta kekayaan senilai puluhan miliar milik Dahnil Anzar:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 10.200.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 39 m2/60 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 650.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 60 m2/75 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.550.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 136 m2/120 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 64 m2/192 m2 di KAB / KOTA KOTA MEDAN , HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA MEDAN , HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 3.292.000.000
1. MOBIL, TOYOTA ALPHARD 2.5 G A/T Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 1.200.000.000
2. MOTOR, HONDA SOLO Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp.12.000.000
3. MOBIL, MINI MINIBUS Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp.800.000.000
4. MOTOR, YAMAHA SOLO Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp.30.000.000
5. MOBIL, BWM MINIBUS Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp.500.000.000
6. MOBIL, TOYOTA LAND CUISER 200 STD Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp.700.000.000
7. MOTOR, VESPA SOLO Tahun 1974, HASIL SENDIRI Rp.50.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.400.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 13.000.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 27.892.000.000
III. HUTANG Rp. ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 27.892.000.000