Liputan6.com, Jakarta - Batam Prime FC keluar sebagai juara Batam International Football Series (BIFS) 2026 setelah mengalahkan Garudayaksa Jakarta dengan skor 3-2 pada laga final di Stadion Gelora Citra Mas, Batam, Minggu (23/8/2026).
Hasil tersebut membuat Garudayaksa Jakarta harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah gagal mempertahankan keunggulan dan mengamankan trofi juara.
Pertandingan final berlangsung sengit. Batam Prime menunjukkan mentalitas kuat hingga akhirnya mampu menundukkan Garudayaksa dengan skor tipis 3-2 sekaligus memastikan trofi BIFS 2026 berada di tangan tuan rumah.
Kesuksesan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Batam Prime sekaligus momentum kebangkitan sepak bola di Kota Batam.
Legenda Timnas Indonesia, Nur Alim, yang menyaksikan langsung pertandingan final, menilai keberhasilan Batam Prime tidak lepas dari perpaduan kekuatan fisik, kematangan taktik, dan mentalitas para pemain.
"Ketangguhan fisik, kematangan taktik, dan mentalitas juara menjadi kunci utama di balik superioritas tim di lapangan hijau," ujar Nur Alim.
Bagi Garudayaksa Jakarta, kekalahan di partai puncak menjadi hasil mengecewakan setelah mampu melaju hingga final. Mereka harus mengakui keunggulan Batam Prime dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Kegagalan tersebut membuat Garudayaksa harus puas dengan posisi kedua, sementara Batam Prime berhak mengangkat trofi di hadapan publik sendiri.
Di sisi lain, Geylang International FC dari Singapura mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan Indera FC dari Brunei Darussalam melalui adu penalti.
BIFS 2026 sendiri digelar selama dua hari, 22-23 Agustus 2026. Turnamen ini mempertemukan klub dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam sehingga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas jejaring sepak bola di kawasan ASEAN.
Ketua Dewan Pembina Batam Prime, Fary Djemi Francis, mengapresiasi perjuangan para pemain sekaligus berharap keberhasilan tersebut menjadi awal kebangkitan sepak bola Batam.
"Turnamen ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan sepak bola di Kota Batam. Semoga tahun depan makin banyak tim dari negara ASEAN yang ikut berpartisipasi," kata Fary yang juga menjabat Deputi Investasi BP Batam.
Menurut Fary, kehadiran klub-klub mancanegara memberikan nilai tambah bagi Batam. Selain meningkatkan kualitas pertandingan, kompetisi internasional juga dapat memperkenalkan Batam sebagai destinasi olahraga, wisata, dan investasi.
Pelatih Batam Prime, Okto Maniani, mengaku terharu dengan keberhasilan timnya meraih gelar juara. Ia menyebut trofi tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani para pemain.
"Gelar juara ini buah dari latihan keras, disiplin tinggi, dan komitmen anak-anak sejak awal persiapan. Ini kemenangan seluruh masyarakat Kota Batam," ujar Okto.
Manajer Batam Prime, Chandra, juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Batam yang memberikan dukungan sepanjang turnamen.
"Alhamdulillah, hasil maksimal ini karena kepercayaan antar-pemain, kerja keras tanpa lelah, serta doa dan dukungan penuh masyarakat Batam. Trofi ini kami persembahkan untuk masyarakat Batam tercinta," tegasnya.