TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) mengakselerasi penyuntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Septicaemia Epizootica (SE/Ngorok) guna melindungi populasi ternak besar di daerah tersebut, Selasa (25/8/2026).
Plt Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Batang Hari, Afrizal, mengungkapkan realisasi vaksinasi PMK Tahap I sebanyak 1.000 dosis yang dikucurkan pada awal tahun 2026 telah rampung 100 persen disuntikkan pada sapi dan kerbau di wilayah prioritas seperti Kecamatan Mersam.
"Untuk vaksin PMK Tahap II, kami telah menerima tambahan 1.000 dosis alokasi bulan Juli. Saat ini dalam proses penyaluran ke petugas lapangan di tingkat kecamatan untuk segera disuntikkan ke populasi ternak," katanya.
Selain PMK, Pemkab Batang Hari juga memprioritaskan penanganan penyakit SE atau ngorok yang rawan menyerang ternak kerbau.
Disbunnak mencatat alokasi vaksin SE yang diterima sebanyak 300 dosis dengan fokus distribusi di wilayah populasi kerbau terbesar, yakni Kecamatan Mersam dan Muara Sebo Ulu.
Realisasi penyuntikan vaksin SE di lapangan saat ini telah mencapai 50 persen dari total target alokasi.
"Sisa vaksin SE terus kami aplikasikan secara bertahap oleh tim medis Puskeswan di lapangan. Langkah preventif ini penting untuk menjaga ketahanan dan populasi ternak warga," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Daftar Daerah di Tanjab Barat yang Kualitas Udaranya Berbahaya, Bupati Anwar Sadat Bagikan Masker
Baca juga: Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan, Wakil Bupati Batang Hari Audiensi Bersama Bank BTN