Jakarta (ANTARA) - Kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Pendidikan Raya VI, Duren Sawit, Jakarta Timur, menghanguskan sebanyak 40 bangunan.

"Yang terdampak ada 40 bangunan, 39 rumah semi permanen (rumah bedeng) dan satu rumah permanen utuh, rumah warga," kata Ketua RT 04/RW 14, Dwi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Dwi, rumah warganya yang menjadi pemicu kebakaran dalam kondisi kosong. Tak ada korban jiwa akibat kebakaran ini, namun sekitar sebanyak 84 jiwa terdampak.

"Jadi rumahnya itu memang kosong, itu warga saya, tidak ada yang menghuni," ujar Dwi.

Kebakaran yang terjadi sekitar 10.40 WIB itu turut berdampak terhadap 84 jiwa yang tinggal di kawasan permukiman tersebut. Kebakaran didominasi bangunan semi permanen, sehingga api berpotensi dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.

Sementara itu, seorang warga sekaligus saksi mata, Baskoro mengatakan, bangunan yang berada di kawasan tersebut sebagian merupakan bangunan semi permanen.

Menurut dia, aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan sebelumnya beberapa kali terjadi di sekitar lokasi. "Ini rumah semi permanen, sebetulnya secara hukum ilegal. Sudah berapa kali suka bakar sampah sembarangan," kata Baskoro.

Salah satu rumah yang terbakar diketahui merupakan rumah tinggal yang saat kejadian dalam kondisi kosong.

Menurut keterangan pemilik rumah yang diterimanya, aliran listrik pada bangunan tersebut sedang dalam kondisi mati karena tidak ada penghuni di rumah.

"Kalau satu ini yang terbakar rumah tinggal, posisinya kata pemilik rumah ini listriknya kondisi mati karena memang tidak ada orang," ujar Baskoro.

Sejumlah petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur yang tiba di lokasi langsung berusaha memadamkan api.