TRIBUNBENGKULU.COM - Terungkap sosok yang disebut Vilmei dalam kasus dugaan pencurian uang hingga Rp1,3 miliar ternyata bernama Zara Khairunnisa.
Zara disebut sebagai karyawan Vilmei yang diduga melakukan pengambilan uang tersebut secara berulang selama sekitar satu tahun tiga bulan.
Hal itu diungkap Vilmei melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (25/8/2026).
Dalam video tersebut, Vilmei memperlihatkan sejumlah berkas dan transaksi yang menurutnya berkaitan dengan tindakan Zara.
“Zahra, 1,3 M. Lu jatuhin gue satu tahun. Lu tahu nggak yang bikin gue kesel sama lu? Gue nggak bisa tidur. Gue kira Keisha, gue sakit hati banget sama dia. Lu tahu sakit hati gue kayak apa? Udah, kerjaan lu paling simpel daripada yang lain. Kerjaan lu paling gampang. Nikmatin duit sebanyak itu. Lu setahun sama yang lain kerja gila kayak apa. Bisa-bisanya lu bulan ini ngambil 400 juta,” kata Vilmei dikutip TribunBengkulu.com, Selasa (25/8/2026).
Dari pernyataan tersebut, Vilmei menyebut nominal yang diduga berkaitan dengan tindakan Zara mencapai Rp1,3 miliar.
Ia juga menyinggung adanya uang sekitar Rp400 juta yang disebut diambil dalam satu bulan.
Vilmei kemudian kembali mempertanyakan keberadaan uang yang disebut telah ditarik.
“Sekarang duitnya mana? Tanggal 11 kemarin lu narik, udah habis duitnya. Duitnya mana?” tanya Vilmei.
Pertanyaan itu dilontarkan Vilmei saat membahas uang yang disebut sudah ditarik sebelumnya.
Ia kemudian menunjukkan sejumlah berkas yang menurutnya menjadi bukti.
“Dia bukan ngakuin dua kali. Udah berapa kali lu ngelakuin setebel ini, bos?” ujar Vilmei sambil menunjukkan bukti berkas.
Vilmei lalu menjelaskan bahwa menurutnya tindakan tersebut bukan hanya terjadi sekali.
“Nih lu transfer sebanyak ini. Ini namanya kejahatan berencana. Satu tahun tiga bulan rutin lu nyoba. Pertama pakai akun, bukan ada muka lu. Zahra, profil lu semua. Aduh, lu kira gue nggak bisa detect,” lanjut Vilmei.
Setelah membahas dugaan pengambilan uang, percakapan kemudian beralih ke kehidupan pribadi Zara. Vilmei menanyakan apakah tindakan yang dilakukan Zara juga melibatkan pacarnya.
“Zara berarti ini kamu lakuin berdua sama pacar kamu namanya?” tanya Vilmei.
“Arka,” jawab Zara.
Nama Arka kemudian muncul dalam cerita Zara.
Ia mengaku hubungannya dengan Arka juga berkaitan dengan masalah uang dan ancaman menggunakan video pribadi.
“Kadang dia yang kayak, ‘ayolah aku lagi nggak ada’. Dia sempat sebarin video aku ke papa aku, video aku sama dia, video gitu,” ujar Zara.
Zara mengatakan Arka pernah meminta uang kepadanya.
Dalam ceritanya, persoalan tersebut kemudian berkembang hingga video pribadi mereka disebut dikirim kepada ayah Zara.
Vilmei lalu memastikan isi video yang dimaksud.
“Video syur kalian bikin?” tanya Vilmei.
Zara mengaku video tersebut dibuat ketika dirinya dalam kondisi tidak sadar.
“Keadaannya kayak lagi nggak sadar gitu, terus dia kirim ke papa. Papa aku marah-marahin aku, aku diusir,” kata Zara.
Pengakuan itu membuat Vilmei kembali menegaskan dugaan ancaman yang dilakukan Arka terhadap Zara.
“Jadi ini cowok ngancam kamu pakai video syur?” tegas Vilmei.
Selain persoalan video, Zara juga menceritakan berbagai kebutuhan Arka yang selama ini disebut dipenuhi menggunakan uang darinya.
“Kamu udah beliin ke dia apa aja?” tanya Vilmei.
“HP, terus bayar sekolah dia bahkan uang bekal. Anak-anak umur 19 sampai 22 tahun berkomplotan. Dia untuk sekolah, untuk makan, kadang keluarganya minta,” jawab Zara.
Dari pengakuan tersebut, Zara menyebut uang yang dikeluarkannya digunakan untuk berbagai kebutuhan Arka, mulai dari HP, sekolah, uang bekal hingga kebutuhan makan.
Vilmei kemudian menanyakan apakah keluarga Arka mengetahui keberadaannya.
“Keluarganya tahu dia buron?” tanya Vilmei.
Zara mengatakan keluarganya mengetahui kondisi Arka dan bahkan disebut menyarankan agar Arka pergi sementara.
“Keluarganya tahu. Bahkan kayak nyuruh, ‘ya udah pergi jauh dulu aja biar aman’. ‘Pergi aja ke Neng Zahra,’ katanya. Terus dia pergi ke aku. Tiba-tiba malam-malam datang karena dia mungkin udah dicari polisi, kan ketakutan,” jawab Zara.
Cerita tersebut kemudian berlanjut ketika Zara menyebut Arka sempat memiliki rencana untuk pergi ke Singapura bersama keluarganya.
“Dia bilangnya mau lari ke Singapura sama keluarganya karena dia mau kerja. Biasanya beli baju atau nggak dia main slot-slot,” kata Zara.
Mendengar cerita itu, Vilmei kemudian menyinggung berbagai perilaku yang disebut dilakukan Zara dan Arka selama menjalani hubungan.
“Berarti semua ya, judi, mabuk, cewek, living together, semua dosa kalian buat bareng-barang. Ya maling juga lagi,” tegas Vilmei.
Vilmei juga menyoroti usia Zara yang disebut masih 18 tahun.
“Nih anak 18 tahun kelakuannya kayak gini,” lanjut Vilmei.
Menurut Vilmei, uang yang diperoleh dari pekerjaannya justru disebut dinikmati Zara dan Arka selama menjalani hubungan.
“Lu bayangin coba, bener. Definisi gue nyari duit, mereka nikmatin satu tahun pacaran berdua, hedon. Jujur aja ya, gue udah feeling sih dia bakalan ketahuan karena ini dia bikin surat putus,” kata Vilmei.
Di tengah pembahasan tersebut, Vilmei juga mengungkap pengalaman pribadinya saat berurusan dengan Zara.
Ia mengaku pernah mengalami kekerasan ketika meminta uang.
“Aku pernah dipukulin juga sama dia karena minta uang. Aku tinggal di sini sama cowok aku,” kata Vilmei.
Cerita kemudian ditutup dengan pertanyaan Vilmei kepada Zara soal siapa yang akan dihadapinya jika persoalan tersebut berlanjut ke proses hukum.
“Kamu mau ditangkap sendiri atau berdua sama Arka?” tanya Vilmei.
Zara pun menjawab singkat.
“Sam Arka,” jawab Zara.