POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 19 nakes dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan, yang tergabung dalam Relawan Kemanusiaan Gempa Flores dari Pemuda Katolik Komda NTT, memberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial bagi para tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Nagekeo, (24/8).
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial bagi para tenaga kesehatan yang juga berstatus korban pada bencana gempa Flores ini.
"Kita tau teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stress tinggi. Satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban terdampak yang membutuhkan pertolongan medis segera di tengah bencana". Kata Yuven dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Bawa Misi Kemanusiaan, Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Relawan ke Flores
Yuven beranggapan, jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka yang terjadi selanjutnya adalah tidak efektifnya pelayanan medis bagi masyarakat yang menjadi korban.
"Harus ada intervensi pemerintah daerah, Provinsi, sampai Pusat, untuk dapat mengambil kebijakan taktis strategis, berupa memberikan kelonggaran jam kerja para nakes yang menjadi korban bencana. Hal ini bisa dilakukan jika para pemangku kebijakan dari pusat mau mengirimkan lebih banyak para nakes untuk ditempatkan di puskesmas dan titik-titik terdampak," jelasnya
Selain pendampingan kesehatan jiwa psikososial bagi para nakes, Relawan Pemuda Katolik juga diterjunkan di posko-posko pengungsian dan membantu aktivitas dapur umum. "Kami membagi 4 tim kerja yang di sebar di beberapa posko. Kami juga tetap membuka diri untuk menerima relawan-relawan yang ingin bergabung bersama kami dalam aksi kemanusiaan," tutupnya.
Baca juga: 101 Puskesmas Kembali Beroperasi di Flores Pasca Gempa
Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psiko Sosial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns, yang memandu terapi kesehatan jiwa psikososial mengatakan, nakes yang menyaksikan dan terlibat langsung dalam situasi kebencanaan, rrentan mengalami kelelahan emosional yang bisa berdampak pada kesehatan mental mereka.
"Maka, penting untuk mengajarkan kepada mereka tehnik-tehnik manajemen stress. Agar mereka tetap bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik di tengah suasana kebencanaan," katanya.
Para nakes diajarkan Teknik relaksasi (napas dalam), relaksasi otot progresif, teknik imajery, grounding, dan butterfly hug. (*)