TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman diproyeksikan menghadapi bonus demografi lebih cepat dari target nasional, yakni pada tahun 2035. Mengantisipasi tantangan tingginya usia produktif sekaligus menekan potensi kerawanan sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman menggenjot sektor pemberdayaan pemuda dan prestasi olahraga sebagai strategi utama membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan, Kabupaten Sleman diproyeksikan akan mengalami puncak bonus demografi lebih awal dibandingkan skala nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, bonus demografi di Sleman dengan dominasi penduduk usia produktif diperkirakan terjadi pada tahun 2035, mendahului target nasional Indonesia Emas pada tahun 2045 yang berada di kisaran 70 persen struktur penduduk usia produktif.
Kondisi ini membawa dua kemungkinan besar. Di satu sisi, jika ketersediaan lapangan pekerjaan memadai, tingginya usia produktif akan mendongkrak produktivitas menuju Indonesia Emas. Namun di sisi lain, jika lapangan pekerjaan tidak mencukupi, dikhawatirkan dapat memicu peningkatan angka kriminalitas.
"Memang belum ada penelitian, tapi kayak-kayaknya fenomena klitih itu mengapa hanya terjadi di DIY, khususnya di Sleman, saya patut menduga barangkali karena memang Sleman akan menerima bonus demografi lebih awal dan lapangan pekerjaan ini belum terbuka lebar," ujar Heru, dikutip Selasa (25/8/2026).
Untuk mengimbangi tantangan tersebut sekaligus menopang visi pembangunan, Dispora Sleman mengusung tema menggerakkan potensi, mengukir prestasi, mewujudkan Sleman bugar, kreatif, dan mandiri. Heru mengungkapkan, sejauh ini prestasi olahraga di Sleman telah menunjukkan tren gemilang sepanjang tahun 2025 maupun tahun 2026. Sejumlah capaian juara umum di tingkat DIY berhasil diraih.
Beberapa prestasi tersebut antara lain, sukses menjadi juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) untuk keempat kalinya pada tahun 2025. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sleman sebagai induk organisasi penyandang disabilitas berhasil meraih juara umum Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) yang diselenggarakan bersamaan dengan Porda.
Di kejuaraan tingkat pelajar, Sleman juga keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada tahun 2026. Tidak ketinggalan, KORMI Sleman meraih juara umum Festival Olahraga Daerah (Forda) DIY di bidang olahraga rekreasi.
"Tema mengukir prestasi bukan hanya kata-kata atau slogan saja, tapi kami berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia atau SDM yang unggul. Ya, kalau kami di Dinas Pemuda dan Olahraga memang memasang indikator kinerja utamanya (IKU) adalah indeks pembangunan pemuda dan juga indeks pembangunan olahraga," kata dia.
Lebih lanjut, Heru mengungkapkan sebagai upaya mewadahi energi kreatif serta menekan aktivitas negatif di kalangan generasi muda, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program sepanjang tahun 2026. Program tersebut antara lain, pemilihan Pemuda Pelopor dengan mengusung tagline "Muda Berani Bergerak dan Berdampak", ajang di bulan Agustus ini mengapresiasi pemuda inovatif dalam 5 bidang, yakni kewirausahaan, seni dan budaya, ekonomi digital, lingkungan, serta kemasyarakatan.
Di bulan September, Dispora Sleman juga akan menyelenggarakan Pemilihan Juragan Muda. Kegiatan ini memberikan apresiasi dan penghargaan bagi 10 generasi muda atau juragan muda berprestasi di bidang usaha. Puncak penghargaan akan diberikan pada Hari Sumpah Pemuda.
Memasuki bulan Oktober, ada even Festapora yakni lomba band antar-SMA sederajat yang akan diselenggarakan di Sleman City Hall (SCH) untuk menyalurkan kreativitas pemuda. Di akhir tahun ada pengembaraan akhir tahun atau Barata bagi penegak dan pandega dari tingkat SMA/SMK sederajat hingga perguruan tinggi.
"Kegiatan ini diselenggarakan pada 28-31 Desember 2026. Ini kami bekerja sama dengan Kwartir Cabang Pramuka," ujar dia.(*)